NASIONAL

Indonesia, Wilayah Rawan Gempa

Peta Zona Rawan Bencana di Jawa Barat

Pusat Vulkanologi menyebutkan sejumlah wilayah yang rawan potensi gerakan tanah tinggi.

ddd
Rabu, 7 Oktober 2009, 09:03
Peta zona rawan bencana Jawa Barat
Peta zona rawan bencana Jawa Barat (vsi.esdm.go.id)

VIVAnews - Hasil penelitian Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Departemen Energi memberikan peringatan pada sejumlah wilayah rawan bencana akibat gerakan tanah sepanjang Oktober 2009. 

Hasil penelitian itu menyebutkan sejumlah wilayah yang berpotensi terjadi gerakan tanah sehingga bisa menimbulkan bencana. Wilayah itu mencakup Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Nanggroe Aceh Darussalam dan Kalimantan Barat.

Untuk wilayah Jawa Barat, Pusat Vulkanologi menyebutkan sejumlah wilayah yang rawan potensi gerakan tanah tinggi, bahkan bisa menimbulkan banjir bandang. Terutama cuaca yang mulai memasuki musim hujan dengan curah tinggi.

Misalnya di wilayah Cianjur, terjadi potensi gerakan tanah menengah tinggi dan banjir bandang di Sukaresmi, Cugenang dan Cianjur. Di Bandung, potensi yang sama terjadi di Lembang dan Parongpong.

Di Garut, cukup banyak wilayah yang berpotensi terjadi gerakan tanah tinggi dan banjir bandang di Cibiuk, Leles, Wanaraja, Tarogong, Cilawu, Cisurupan, Bayongbong, Pamulihan, Banyuresmi dan Cikajang.

Di Tasikmalaya, potensi serupa terjadi di Cigalontang, Leuwisari, Pagarageung, Cisayong dan Indihiang.

Lebih detilnya data gerakan gempa bisa lihat di dokumen Gerakan Tanah di Jawa Barat. Sedangkan, tampilan petanya sebagai berikut:

Peta zona rawan bencana Jawa Barat


Peneliti Pusat Vulkanologi memberikan warna pink untuk potensi gerakan tanah tinggi, dan warna kuning untuk potensi gerakan tanah rendah, serta warna hijau untuk potensi gerakan tanah rendah.

Menurut Pusat Vulkanologi, daerah yang mempunyai potensi menengah dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan.

Sedangkan, daerah yang mempunyai potensi tinggi untuk terjadi gerakan tanah dapat terjadi jika curah hujan di atas normal, sedangkan gerakan tanah lama dapat aktif kembali.

 

Baca Juga: Mengapa Indonesia Rawan Gempa

heri.susanto@vivanews.com

 



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id