TUTUP
TUTUP
NASIONAL

Soal Habib Rizieq, JK Diminta Nasehati Jokowi

Alumni aksi bela Islam 212 akan menemui JK, DPR, dan MPR.
Soal Habib Rizieq, JK Diminta Nasehati Jokowi
Jokowi dan JK tampak bercanda dan tertawa bersama. (Viva.co.id/Agus Rahmat)

VIVA.co.id – Presidium Alumni Aksi Bela Islam 212 menyebut, penetapan tersangka Imam Besar Front Pembela Islam Habib Rizieq Shihab, sebagai bentuk diskriminasi terhadap umat Islam dan ulama.

Ketua Presidium, Ansufri Idrus Sambo mengatakan, rezim penguasa tidak punya niat untuk menjalin hubungan baik dengan umat Islam dan para ulama. Bahkan, cenderung mengambil posisi melawan umat dan para ulama. 

"Baru pada Rezim Pak Jokowi (Presiden Joko Widodo) ini, kami merasakan betapa hebatnya perlakuan diskriminatif. Penista agama Islam, di satu sisi dibela dengan mati-matian. Tetapi, di sisi lain umat Islam dan para ulama yang menuntut ditegakkannya keadilan justru dizalimi, dikriminalisasi, diteror, dituduh makar, dan dilanggar hal kemanusiaannya," kata Ansufri dalam jumpa pers di Masjid Baiturrahman, Jakarta, Rabu 31 Mei 2017.

Atas dasar itu, kata Ansufri, pihaknya akan mengadukan permasalahan tersebut kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla, DPR, dan MPR. "Kita berharap, Pak JK dapat memberi pencerahan kepada Pak Jokowi," ujarnya. 

Sebelumnya, polisi menaikkan status pimpinan Front Pembela Islam Habib Rizieq Shihab dari saksi menjadi tersangka, dalam kasus dugaan percakapan (chat) mesum dengan wanita bernama Firza Husein.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, penyidik sudah memiliki cukup alat bukti untuk menaikkan status Rizieq jadi tersangka, berdasarkan hasil gelar perkara Senin lalu, 29 Mei 2017.

Rizieq diduga melanggar Undang-Undang Pornografi. Dia terancam Pasal 4, 6, dan 8 Undang-Undang tersebut. (asp)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TUTUP