TUTUP
TUTUP
NASIONAL

Kisah Tragis Calon Pengantin

Diduga dibunuh.
Kisah Tragis Calon Pengantin
Almarhum Chatrina? ?Widjawati alias Wiwit dan kekasihnya.

VIVA.co.id – Rencana  Chatrina Widjawati alias Wiwit menikah dengan kekasihnya Martinus Asworo kandas di tengah jalan. Nasib malang menimpa wanita berusia 30 tahun ini.

Ia ditemukan tewas membusuk di  lahan semak belukar di lorong Jalan Sungai Sedapat RT 41/8 Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Sukarami, Palembang, Sumatera Selatan pada 11 Mei 2017 lalu.

Wiwit, diduga telah menjadi korban pembunuhan, setelah tim Forensik menemukan luka di bagian kepala depan dan belakang, akibat pukulan keras. Selain itu ada luka di wajah dan bagian langit-langit gigi.

Jenazah Wiwit baru diketahui pihak keluarga, setelah mendengar kabar berita dari Kepolisian. Paulus Slamet, 59 orang tua Wiwit yang tinggal di  Jalan Gereja Atas, Talang Jawa, Tanjung Enim, Muaraenim langsung menuju ke ruang kamar jenazah RS Bhayangkara, Palembang.

Dari hasil tes DNA, Paulus Slamet meyakini jika perempuan itu adalah anaknya. Wiwit langsung disemayamkan di RK Charitas, Palembang setelah itu dibawa ke Yogya untuk dimakamkan.  

Sebelum ditemukan tewas, Wiwit dan Asworo pada 6 Mei 2017 pagi  berpamitan dengan Slamet untuk berangkat ke Yogya untuk melakukan foto prewedding di sana.

"Setelah sore handphone Wiwit dan Asworo sudah tak aktif lagi. Sejak itu kami kehilangan jejak, hingga dapat kabar ada penemuan mayat di Palembang," kata Paulus, Kamis 18 Mei 2017. 

Wiwit dan Asworo merencanakan untuk menikah pada 5 September mendatang di Yogya. Baik souvenir maupun yang lainnya telah dipersiapkan oleh kedua pasangan kekasih tersebut. 

Sejak kematian Wiwit, Paulus juga tak mendapatkan kabar keberadaan Asmoro hingga sekarang.  "Mereka sudah satu tahun pacaran. Pertama kenal  sama-sama jemaat gereja. Selama pacaran Asworo baik-baik saja kalau datang ke rumah," ujarnya.

Wiwit diketahui bekerja di PT Cipta Hasil Sugiarto, di Prabumulih hampir dua tahun empat bulan. Selama ini Wiwit tinggal di Yogya, sampai menamatkan Strata (S2) di Universitas Gajah Mada.

"Sempat mengecek ke Bandara SmB II, tidak ada keberangkatan atas anak saya maupun Asworo pada saat mereka hilang," kata Paulus.

Kapolresta Palembang , Kombes Pol Wahyu Bintono Hari Bawono mengatakan pihaknya saat ini masih menyelidiki  kasus tersebut. Menurutnya, tim untuk kasus ini telah diturunkan untuk mengejar pelaku.

"Saya tidak bisa sebutkan siapa, masih diselidiki. Saksi-saksi juga sudah diperiksa," kata Wahyu.  Selain itu, dugaan pembunuhan terhadap Wiwit semakin menguat lantaran hasil autopsi terdapat sejumlah luka di bagian wajah dan sekujur tubuhnya. 

"Kita belum dapat memastikan pelakunya, masih dalam tahap penyelidikan," ujarnya.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP