TUTUP
TUTUP
NASIONAL

Wiranto Wacanakan Hari Libur Gunakan Media Sosial

Berlaku satu minggu. Agar Indonesia aman.
Wiranto Wacanakan Hari Libur Gunakan Media Sosial
Wiranto (VIVA.co.id/Fajar Ginanjar Mukti)

VIVA.co.id – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto menilai rakyat Indonesia bisa melaksanakan 'liburan media sosial'. 

Menurut Wiranto, liburan tersebut dibutuhkan untuk meredam kegaduhan di ruang diskusi maya. Pasalnya, Wiranto berpandangan, kegaduhan-kegaduhan di dunia nyata yang selanjutnya menjadi tugas untuk ditangani pemerintah, tak jarang timbul akibat kegaduhan-kegaduhan kecil di dunia maya.

"Saya pikirkan kalau ada liburan nasional, kita liburkan juga media sosial selama satu minggu. Akan aman negeri ini. Nanti kita coba dulu," ujar Wiranto dalam diskusi 'Memperteguh Ke-Indonesiaan' di Gedung Stovia, Jakarta, Rabu, 17 Mei 2017.

Wiranto mengatakan, wacana liburan media sosial terpikirkan olehnya. Karena pemerintah sepakat perubahan-perubahan sosial di masyarakat dewasa ini sangat dipengaruhi perkembangan teknologi informasi. Media sosial yang muncul berkat perkembangan itu menjadi sarana penyebaran informasi yang sangat cepat.

Namun, Wiranto menyayangkan, informasi yang tersebar itu tak jarang negatif serta sulit dikendalikan. Informasi seperti itulah yang memiliki potensi menimbulkan kegaduhan di dunia nyata.

"Setiap hari orang asyik buka YouTube, Instagram, WhatsApp, itu sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat," ujar Wiranto.

Sementara, Menteri Komunikasi dan Informatika RI Rudiantara yang juga hadir di acara menyatakan liburan media sosial sekadar pemikiran pribadi Wiranto. Rudiantara menegaskan, pemerintah tidak akan serta merta membungkam kebebasan berekspresi dengan melarang rakyat mengakses media sosial. Kalaupun pemerintah serius mengkaji, Rudiantara mengatakan, pemerintah tentu akan meminta pendapat dari masyarakat terlebih dahulu.

"Pemikirannya, supaya sekali-kali kita jangan terlalu hingar bingar lah (di media sosial). Karena kan bisa dilihat bahwa di media sosial itu banyak juga yang isinya menghujat, menyalahkan, adu domba," ujar Rudiantara.
 

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TUTUP