TUTUP
TUTUP
NASIONAL

Soal Air Keras, Polisi Selidiki Kasus yang Ditangani Novel

Tak menutup kemungkinan sejumlah orang dalam kasus itu akan diperiksa.
Soal Air Keras, Polisi Selidiki Kasus yang Ditangani Novel
Penyidik KPK, Novel Baswedan, saat dirujuk ke rumah sakit khusus mata di Jakarta beberapa waktu lalu.  (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

VIVA.co.id – Kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi, Novel Baswedan.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, tak menutup kemungkinan sejumlah orang yang kasusnya pernah ditangani Novel akan diperiksa. Hal itu untuk mencari kemungkinan ada yang menjadi dalang di balik penyerangan itu lantaran sakit hati dengan Novel.

Untuk mengungkap kasus ini, ada dua metode penyelidikan yakni deduktif dan induktif. Deduktif adalah metode pencarian berdasarkan alat bukti yang ditemukan di lokasi kejadian, sedangkan metode induktif adalah penulusuran berdasarkan motif pelaku.

"Bagian motif ini ya, kita harus nyari, kan Novel pernah nangani kasus, atau sedang nangani kasus, nah kami harus tanya itu, kasus-kasus yang sudah ditangani apa saja," ujar Argo di Markas Polda Metro Jaya, Rabu, 17 Mei 2017.

Salah satu perkara yang ditangani Novel adalah dugaan korupsi mega proyek pengadaan Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP). Tak menutup kemungkinan, penyidik akan memanggil tersangka kasus dugaan pemberian keterangan palsu dalam persidangan kasus korupsi e-KTP, Miryam S Haryani.

Bukan hanya itu, beberapa orang yang tersangkut dalam perkara besar yang pernah ditangani Novel juga tidak menutup kemungkinan akan diperiksa. Semisal, kasus dugaan korupsi suap uji materi Undang-Undang Nomor 41 Tahun  2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan yang menyeret hakim Mahkamah Konstitusi Patrialis Akbar.

Begitu pula perkara dugaan korupsi proyek Alquran dan pengadaan laboratorium MTs di Kementerian Agama (Kemenag) yang melibatkan tersangka Fahd El Fouz alias Fahd A Rafiq. 

"Kan tadi saya sampaikan itu kita cari motifnya, kan semuanya di situ," kata Argo.

Selain semua perkara korupsi yang pernah diusut Novel, polisi pun akan melakukan pemeriksaan kembali terhadap beberapa teror yang pernah menimpa Novel, seperti ancaman ditabrak kendaraan.

"Ya kami  memeriksa korban juga belum, itu kan kemungkinan semuanya tetap kami lakukan," ujarnya.

Novel Baswedan disiram pakai air keras oleh orang tidak dikenal, Selasa, 11 April 2017. Saat itu, Novel sedang berjalan menuju rumahnya usai menunaikan ibadah salat subuh, di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara.
 

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP