TUTUP
TUTUP
NASIONAL

Farhat Abbas Desak KPK Lebih Tegas Lagi atas Kasus E-KTP

Farhat mempertanyakan kinerja KPK dalam mengungkap kasus e-KTP.
Farhat Abbas Desak KPK Lebih Tegas Lagi atas Kasus E-KTP
Farhat Abbas temani Elza Syarief (VIVA.co.id/Edwin Firdaus)

VIVA.co.id – Pengacara Farhat Abbas hari ini kembali menemani kliennya yang juga pengacara, Elza Syarif, ke kantor Komisi Pemberantasan Korupsi. Farhat menemani Elza yang menjalani pemeriksaan saksi terkait perkara korupsi e-KTP dengan tersangka Andi Narogong.

"Hari ini ibu Elza diperiksa sebagai saksi tersangka Andi Narogong. Sebagai tim pengacara Bu Elza kami meminta agar KPK lebih tegas. Sudah 3 kali Bu Elza diperiksa bolak-balik. Supaya nama-nama yang sudah disebutkan terlibat e-KTP untuk segera saja ditetapkan sebagai tersangka," kata Farhat di gedung KPK, Rabu, 10 Mei 2017.

Dari jadwal pemeriksaan, seharusnya Elza dikonfrontasi dengan istri Andi Narogong, Innayah di depan penyidik KPK, pada Jumat, 5 Mei 2017. Namun, Elza tak memenuhi panggilan tersebut.

Farhat melanjutkan, semestinya KPK bergerak cepat dalam membongkar kasus korupsi senilai Rp 2,3 triliun tersebut. Terlebih proyek e-KTP ini sudah lama terjadi yakni pada tahun 2011-2012.
 
"Jangan sampai dengan semakin lama dan bertele-telenya kasus ini membuat mereka menghilangkan barang bukti, mempengaruhi pihak-pihak tertentu, saksi, dan yang lain. Oleh karena itu kami meminta kepada KPK tegas," ujar Farhat.

Farhat juga mempertanyakan kinerja KPK. Sebab, dalam kasus atas anggota DPR dari Partai Hanura, Miryam S Haryani, bisa diproses cepat. sementara anggota DPR lainnya tidak.  

"Yani, yang jelas-jelas hanya menikmati secuil sedikit saja, sudah ditangkap dan di-DPO, kenapa anggota-anggota dewan yang sudah disebutkan namanya tersebut sampai saat ini belum dinaikkan statusnya menjadi tersangka? Ada apa?" ujarnya mengkritik.

Pihak KPK diminta agar tak menjadikan kasus e-KTP sebagai pencitraan untuk mendongkrak kepopuleran lembaga anti rasuah tersebut.

"Karena jangan sampai proses ini hanya menjadi iklan pencitraan. Iklan yang seolah-olah serius berantas e-KTP, tapi ternyata tidak," kata Farhat.

Elza dan Nazaruddin

Elza sendiri pernah menjadi pengacara mantan Bendahara Umum DPP Partai Demokrat M Nazaruddin. Ia merupakan saksi yang menyebut sejumlah nama yang diduga terlibat dalam kasus e-KTP. Sayangnya, belakangan Nazar engan membeberkan lagi kasus ini.

Saat ditanya wartawan, Elza mengklaim bahwa dirinya diperiksa dalam kaitan Nazaruddin. Sebagai orang dekat Nazaruddin, kata dia, dirinya banyak mendengar dari Nazaruddin mengenai nama-nama yang disebutkan ikut menerima uang korupsi proyek senilai Rp 5,9 triliun itu.

"Nazar ini lah sebagai pembuka kasus e-KTP pada tahun 2013 dan saya kuasa hukum Nazaruddin yang mendengar apa yang disampaikan Nazar dan juga menjelaskan apa yang ia sampaikan kepada KPK," lanjut dia.

Menurut Elza, atas dasar itu, dia dipanggil penyidik KPK. Soal Andi, Elza mengaku tak mengenalnya.

"Kemudian dengan dasar itu pun saya juga pernah ungkapkan kasus ini dilakukan konpres di gedung DPR tahun 2013. Jadi dengan kaitan itu saya diperiksa sekarang. Kalau dengan Andi sendiri, saya tidak pernah mengetahuinya," kata Elza. (ren)

 

 

 

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP