TUTUP
TUTUP
NASIONAL

Jalan-jalan Utama Bandung Lengang di Hari Buruh

Sebanyak 14.095 buruh turun ke jalan di Bandung hari ini.
Jalan-jalan Utama Bandung Lengang di Hari Buruh
Sejumlah ruas jalan utama di Kota Bandung lengang saat peringatan Hari Buruh se-Dunia pada Senin, 1 Mei 2017. (VIVA.co.id/Adi Suparman)

VIVA.co.id - Sejumlah ruas jalan utama di Kota Bandung lengang saat peringatan Hari Buruh se-Dunia pada Senin, 1 Mei 2017. Bahkan, kawasan Gedung Sate, kantor Gubernur Jawa Barat, yang diperkirakan menjadi titik kumpul buruh, masih dipadati warga berolah raga.

Berdasarkan pantauan VIVA.co.id, aparat gabungan TNI dan Polri bersiaga di kawasan pabrik Jalan Mohamad Toha untuk mengantisipasi razia buruh. Memasuki Jalan Braga dan Jalan Wastukencana, kawasan kantor Wali Kota Bandung, tidak tampak aktivitas massa buruh.

Menurut Pejabat Sementara Kepala Bagian Operasional Polrestabes Bandung, Ajun Komisaris Besar Polisi Mahmud, dalam peringatan Hari Buruh dipastikan tidak ada aksi razia atau sweeping.

"Karena wilayah Kota Bandung sudah diimbau langsung oleh Kapolda, ditambah mereka (buruh) libur juga, kan," ujar Mahmud.

Polrestabes mencatat terdapat 2.600 buruh berdomisili di Kota bandung. Polisi mengutamakan pengamanan di Gedung Sate dan Balai Kota dengan mengerahkan 200 personel di masing-masing kantor pemerintah itu.

Sebanyak 1.551 personel gabungan diterjunkan pada aksi peringatan Hari Buruh pada 1 Mei 2017. Diprediksi buruh dari berbagai daerah akan berkumpul di Kota Bandung mencapai 14.095 orang.

Lokasi yang diperkirakan menjadi tujuan massa aksi dan sasaran pengamanan, di antaranya, kantor Dinas Tenaga Kerja, Balai Kota Bandung, kantor DPRD Jawa Barat, dan Gedung Sate.

Asosiasi buruh yang berencana berunjuk rasa, di antaranya, SBSI 02, SPN, Garteks, KSBSI, Gaspermindo, SPBSI, Gobsi KSPSI Kota Bandung, Kasbi Bandung Raya, FSPMI Bandung Raya.

Ketua SBSI Jawa Barat, Ajat Sudrajat, mengatakan bahwa eksistensi pekerja asing di Jawa Barat menjadi perhatian karena marak Dewan Pengawasan Tenaga Kerja yang anggotanya berasal dari Imigrasi, Kepolisian, Kejaksaan, dan Dinas Tenaga Kerja.

"Ada kaitannya dengan proyek Kereta Cepat Indonesia Cina. Itu tenaga kerjanya Tiongkok. Seharusnya tenaga kerjanya dari kita karena sebagai tuan rumah," kata Ajat.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TUTUP