TUTUP
TUTUP
NASIONAL

Kisah Tahanan Kabur, Sambung Hidup dengan Gitar Ukulele

Syaiful merupakan tahanan Mapolsek Tambaksari yang kabur.
Kisah Tahanan Kabur, Sambung Hidup dengan Gitar Ukulele
Ilustrasi penangkapan. (Pixabay)

VIVA.co.id – Penangkapan kembali tujuh tahanan yang kabur dari ruang tahanan Markas Kepolisian Sektor Tambaksari, Surabaya, Jawa Timur, menyisakan ragam cerita. Ada tahanan yang menggelandang di pelarian dan menyambung hidup dengan mengamen bermodal gitar ukulele.

Kisah tahanan berbekal gitar ukulele itu dialami Syaiful Haq, warga Kedung Rukem, Surabaya, tersangka kasus penyalahgunaan narkotika. Dia adalah tahanan keenam yang dibekuk dan dibawa kembali oleh tim Antibandit Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya. 

Syaiful ditangkap di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Sabtu 22 April 2017. Didampingi polisi, kepada wartawan dia bercerita, setelah keluar dari tahanan Markas Polsek Tambaksari pada Senin dini hari, 17 April 2017, dia lalu pergi dengan menumpang sebuah truk.

Sesampai di Mojokerto, Syaiful lalu menemui temannya. Kepada temannya, dia meminta uang Rp100 ribu sebagai bekal kabur dan kembali ke Surabaya menuju Terminal Purabaya di Bungurasih, Waru. "Saya lalu naik bus ke Jepara (Jawa Tengah)," katanya di Markas Polrestabes Surabaya, Jawa Timur, Minggu 23 April 2017.

Di daerah kelahiran Raden Ajeng Kartini itu, Syaiful hidup tidak menentu karena kehabisan bekal. Dia tidak menemukan tujuan karena tidak ada teman dan kerabat di sana. Sedikit beruntung, Syaiful bertemu seorang pemulung dan meminta gitar ukulele.

Bermodal gitar kecil dan sedikit rusak itu, Syaiful lalu memperoleh uang dari mengamen. "Saya mengamen dari warung ke warung, terminal dan stasiun di Jepara dan Blora," katanya.

Rupanya, sejak di Jepara Syaiful sudah dibuntuti polisi yang memburunya. Dia dibuntuti dan baru ditangkap di Blora. "Kami koordinasi dan melibatkan koordinasi Kepolisian Daerah maupun Resor setempat," terang Kepala Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Surabaya, Ajun Komisaris Besar Polisi Roni Faisal.

Informasi terkini menyebutkan, tahanan ketujuh atau terakhir, yakni M Salman, tahanan kasus pencurian dengan pemberatan, warga Kabupaten Sampang, Madura, juga berhasil ditangkap kembali oleh polisi pada Minggu malam, 23 April 2017. Namun belum ada konfirmasi resmi dari Polrestabes.

Di bagian lain, Polres Malang menangkap lagi 10 tahanan dari total 17 tahanan kabur pada Rabu, 19 April 2017 atau dua hari setelah peristiwa tujuh tahanan kabur di Polsek Tambaksari. Tahanan yang baru ditangkap itu bernama Kharisma.

"(Untuk tahanan kabur di Polres Malang) Tersisa tujuh tahanan yang masih dalam pengejaran," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jatim, Komisaris Besar Polisi Frans Barung Mangera, dalam keterangan tertulisnya.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP