TUTUP
TUTUP
NASIONAL

Proyektil Bersarang di Perut Sopir yang Ditembak Polisi

Dia sudah dioperasi dan proyektil berhasil dikeluarkan dari perutnya.
Proyektil Bersarang di Perut Sopir yang Ditembak Polisi
Gatot Sundari alias Diki, sopir mobil yang ditembaki polisi, usai dioperasi untuk mengangkat proyektil peluru yang bersarang di perutnya di Rumah Sakit Sobirin, Lubuklinggau, pada Kamis, 20 April 2017 (VIVA.co.id/Aji YK Putra)

VIVA.co.id - Sebuah proyektil peluru sempat bersarang di rongga perut Gatot Sundari alias Diki (30 tahun), sopir mobil Honda City yang ditembaki polisi di Lubuklinggau, Sumatera Selatan, pada Selasa, 18 April 2017.

Diki sudah menjalani operasi bedah untuk mengangkat proyektil itu di Rumah Sakit Sobirin, Lubuklinggau. Operasi selama dua jam dan berhasil mengeluarkan proyektil itu. Diki masih di ruang intensive care unit tetapi kondisinya dikabarkan sudah membaik.

"Alhamdulilah operasinya sukses. Proyektil ada di rongga perut, dan sudah diangkat," kata dr Hazairin, dari Rumah Sakit Sobirin yang memimpin operasi pembedahan perut Diki, pada Kamis, 20 April 2017.

Dokter Hazairin menjelaskan, peluru itu menembus pinggang belakang Diki hingga masuk ke rongga perut. Tim dokter terpaksa melakukan operasi besar karena proyektil sudah masuk ke rongga perut.

Dua korban lain, yakni Novianti (30 tahun) dan bibinya, Dewi (35), dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumsel di Palembang untuk bedah tulang lengan. Mereka sempat dirawat di Rumah Sakit Sobirin namun akhirnya dirujuk ke Palembang karena peralatan medis tak memadai.

Ditembaki Polisi

Aparat Polres Lubuklinggau menembaki sebuah mobil Honda City berwarna hitam dan bernomor polisi BG 1488 ON di pertigaan Jalan Fatmawati, Kecamatan Lubuk Linggau Timur 1, Kabupaten Lubuklinggau, Sumatera Selatan, pada Selasa pagi, 18 April 2017.

Mobil itu berisi tujuh orang plus seorang sopir. Satu keluarga itu ialah warga Desa Blitar Muka, Kecamatan Sindang Kelingi, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu. Mereka hendak menghadiri resepsi sebuah pernikahan saudaranya di Lubuklinggau.

Seorang di antara mereka, yakni Surini (54 tahun), tewas akibat luka tembak di dada, perut, dan paha. Seorang lain kritis dan empat orang mengalami luka tembak ringan dan berat.

Menurut versi polisi, peristiwa penembakan itu bermula dari razia Cipta Kondisi yang digelar aparat gabungan Polres dan Polsek Lubuk Linggau. Razia itu dipimpin langsung Kepala Polsek Lubuk Linggau Timur, Ajun Komisaris Polisi M Ismail.

Ismail sebelumnya memerintahkan anak buahnya tidak menggunakan senjata api saat razia. Namun instruksi itu diabaikan seorang prajuritnya.

Sekira pukul 11.30 WIB hari itu, mobil Honda City dengan delapan orang di dalamnya melewati kawasan razia. Diduga takut diperiksa polisi, sopir mobil malah berusaha menabrak seorang petugas yang sedang mendekati mobilnya. Petugas lalu mengejar mobil itu dengan mengendarai mobil patroli.

Saat berada di Jalan Sultan Mahmud Badaruddin II, Kelurahan Margamulya Lubuk Linggau, seorang polisi langsung memberondong mobil Honda City itu dengan sepuluh tembakan. Mobil kemudian berhenti. Setelah diperiksa, didapati enam penumpang tertembak.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP