TUTUP
TUTUP
NASIONAL

Sinkronisasi Infrastruktur ke Kawasan Danau Toba

Infrastruktur menjadi fokus utama untuk membuka akses ke Danau Toba.
Sinkronisasi Infrastruktur ke Kawasan Danau Toba
Danau Toba dan Pulau Samosir. (sumutprov.go.id)

VIVA.co.id – Fungsi koordinasi, sinkronisasi dan fasilitasi terus ditingkatkan oleh Badan Otorita Pariwisata Danau Toba (BOPDT) agar masalah infrastruktur yang menjadi perhatian utama bisa tuntas akhir tahun 2017 ini.

Hal ini diungkapkan Direktur Pemasaran BPODT Basar Simanjuntak saat mendampingi Famtrip Tour Operator dan Travel Agent Perancis Kemenpar di Tomok, Jumat 14 April 2017.

Basar mengatakan masalah infrastruktur menjadi fokus utama untuk membuka akses ke Danau Toba yang masuk menjadi 10 destinasi unggulan di luar Bali.

“Seperti kita ketahui saat ini mulai 11 April hingga 9 Mei 2017 Kementerian Pariwisata telah mempromosikan Wonderful Indonesia dengan pemandangan Danau Toba dan budaya Batak di badan bus OPENTOUR di kota Paris karena itu masalah akses dan amenitas di kawasan Danau Toba terus kita tingkatkan,” katanya.
     
Kordinasi, sinkronisasi, fasilitasi yang dia maksud adalah pembahasan dengan kementerian dan BUMN terkait untuk realisasi bandara Silangit di Siborong-borong, Tapanuli Utara, Sumatera Utara untuk beroperasi sebagai bandara internasional akhir tahun 2017 ini.

“Rapat-rapat kordinasi tengah gencar karena setelah pesawat ATR Garuda masuk dan Sriwijaya melayani rute ke Silangit perlu tambahan landasan pacu (runway) sehingga pesawat boing juga bisa mendarat dan Citilink siap masuk”, katanya.

Basar juga memaparkan, saat ini PT Angkasa Pura II tengah memperluas landasan pacu (runway) dari panjang 2.250 meter dan lebar 30 meter saat ini menjadi panjang 2.650 meter dan lebar 45 meter. Untuk infrastruktur udara pembahasannya mengintegrasikan Kualanamu, Silangit dan Sibisa yang ditarget selesai tahun ini.

”Jadi selain penerbangan point to point langsung Jakarta ke Silangit kita juga tingkatkan penerbangan transit di Bandara Kualanamu, Medan langsung ke Silangit sehingga makin terbuka akses dari negara-negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, Thailand,” ujar Basar.

Jadi, menurut Basar, pembahasannya bukan hanya lewat udara tapi juga tol jalan darat untuk memperpendek waktu tempuh ke Danau Toba. Tol Medan-Kualanamu (KNO)-Tebing Tinggi Seksi II hingga Seksi VII diprediksi aktif pada bulan September 2017.

Basar mengatakan, Danau Toba akan semakin hidup, karena akses dan infrastruktur semakin diperkuat. Kami juga bahas transportasi misalnya dari dermaga Ajibata, Tigaras perlu ditingkatkan fasilitasnya dengan standar pariwisata. Begitu juga kapal-kapal penyeberangannya. Soal Amenitas, akan dibangun kawasan resort di tanah Zona Otorita Sibasa seluas 602 Ha seperti Nusa Dua Bali. Namun untuk quick win di tahun 2017, Menpar mendorong investasi cruise yang bisa Live-on-Board dan Glam Ping (Glamour Camping), ujar Basar yang juga pernah disampaikan Menpar Arief Yahya.

“Saat ini kami sedang membuat Integrated Tourism Master Plan, realisasi dimulai Mei 2017 dengan dana hibah bank dunia. Rencana induk kawasan Toba ini  akan mempetakan keunggulan ditiap kabupaten dan mengintegrasikan infrastruktur yang ada," katanya.

Mengintegrasikan Infrastruktur Udara (Kualanamu, Silangit dan Sibisa) target selesai tahun ini. Untuk jalan darat ada Tol dan Kereta Api dari Kualanamu-Siantar dan Medan-Siantar, Tirta serta meningkatkan Pelabuhan Kuala Tanjung untuk Cruise dan 8 Dermaga di Danau Toba.
     
Basar Simanjuntak mengaku tugas jangka pendek dan jangka menengah sedang dikebut apalagi Indonesia didaulat sebagai tuan rumah pertemuan tahunan World Bank-IMF pada 2018. Dalam acara ini akan hadir Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral 180 negara di dunia.

“Dari 20.000 peserta diharapkan ada ?2000-3000? orang yang bisa ikut postour ke Danau Toba jadi tahun depan kita harus siap sambut peserta pertemuan akbar itu. Jadi kapal-kapal penyeberangan harus ditambah, SDM juga harus detraining," ujarnya.

Saat ini tugas pemasarannya masih membantu grand design yang dilakukan pemerintah pusat. Nanti setelah kawasan Sibisa direalisasikan sebagai ‘Nusa Duanya’ Toba maka BPODT berkantor di kawasan itu.

Untuk mempromosikan kawasan Danau Toba setiap kabupaten tahun ini menggelar festival seperti Festival Gondang Sabangunan (Kabupaten Humbanghas), Karnaval Pesona Danau Toba (Kabupaten Tobasa), Pesta Oang-oang, Kabupaten Pakpak Bharat, kabupaten hasil pemekaran dari Kab. Dairi.

Selain itu ada Pesta Budaya Njuah-Njuah (Kabupaten Dairi), Pesta Rondang Bittang (Kabupaten Simalungun), Festival Danau Toba, International, Toba Kayak Marathon (Kabupaten Tobasa). Sport tourism Paralayang (Kabupaten Tapanuli Utara), Toba Granfondo dan Toba Trail Run 2017. Jadwal lainnya adakah Toba Nauli Photo Contest & Exhibition dan Toba Rock dan Samosir Jazz Seasons. (webtorial)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP