TUTUP
TUTUP
NASIONAL

Bocah Selamat dari Pembunuhan Satu Keluarga Mulai Bicara

K yang merupakan penyintas itu kini didampingi keluarga besarnya.
Bocah Selamat dari Pembunuhan Satu Keluarga Mulai Bicara
Korban selamat dari pembantaian satu keluarga di Medan. (VIVA.co.id/Putra Nasution)

VIVA.co.id – Usai menjalani operasi saraf di bagian kepala di RSUPH Adam Malik, Medan, kondisi K, bocah yang selamat dari pembantaian satu keluarga di Medan, berangsur membaik. Namun K masih terus dalam kontrol dokter spesialis anak di rumah sakit itu.

Operasi dilakukan pada Rabu kemarin, 12 April 2017. Tim medis juga tengah melakukan pemulihan luka di bagian kedua matanya akibat hantaman senjata tajam pelaku.

"Tingkat kesadaran semakin membaik. Bahkan K sudah bisa bernapas dengan spontan tanpa bantuan oksigen," kata Humas RSUP H Adam Malik Masahadat Ginting kepada wartawan di Medan, Sumatera Utara, Kamis siang, 13 April 2017.

Pemulihan terhadap bocah berusia 4 tahun itu dinilai positif. Anak yang kini yatim piatu itu bahkan mulai aktif berkomunikasi dengan orangtua asuh saat ini yang merupakan tante kandung korban yang merupakan penyintas peristiwa pembantaian di kediaman keluarganya. "Sudah mau berbicara dan sampai sekarang dia masih diinfus," ujar Masahadat.

Sebelumnya K sempat dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Medan. Namun karena keterbatasan alat medis, bocah malang itu dirujuk ke rumah sakit milik pemerintah pusat RSUP Adam Malik untuk menjalani penanganan medis termasuk operasi.

Meski dipindahkan ke rumah sakit umum, aparat Kepolisian tidak melepas K tanpa pengamanan. "Masih terus dilakukan pengamanan," kata Kabid Humas Polda Sumatera Utara, Kombes Pol. Rina Sari Ginting.

Sementara itu Polda Sumatera Utara berhasil meringkus dua terduga pembunuhan sadis itu. Mereka adalah Roni (21) dan Andi Saputra (27). Keduanya merupakan warga Jalan Pembangunan II, Kecamatan Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

"Penyidik melakukan penangkapan terhadap Roni berperan sebagai eksekutor korban Syifa Naya, Gilang dan Kirana," jelas Rina.

Roni diamankan di Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang, Selasa kemarin, 11 April 2017. Sedangkan, Andi Saputra diciduk oleh petugas gabungan dari Unit Jantras Polda Sumatera Utara, Polres Pelabuhan Belawan dan Polsek Medan Labuhan di sekitar Kawasan Air Batu, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara.  

Pembunuhan sadis terhadap satu keluarga terjadi di rumah korban di Jalan Mangaan, Gang Benteng, Kelurahan Mabar Kecamatan Medan Deli, Medan, Sumatera Utara, pada Minggu dini hari, 9 April 2017.

Akibatnya, lima orang tewas dan seorang anak berusia empat tahun, kritis. Kelima korban yang tewas dalam pembunuhan sadis adalah pasangan suami istri Rianto (40) dan Sri Ariyani (40). Dua anak mereka, Syifa Fadilah Naya (13) dan Gilang Laksono (8) dan mertua Riyanto bernama Sumarni (50).   

 

 

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP