TUTUP
TUTUP
NASIONAL

Mahfud MD: Luka di Mata Novel Baswedan Tak Besar tapi Fatal

Novel Baswedan mengetahui tindakan pertama jika terkena air keras.
Mahfud MD: Luka di Mata Novel Baswedan Tak Besar tapi Fatal
Novel Baswedan Dipindahkan ke Eye Center Jakarta (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

VIVA.co.id - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD, ikut menjenguk Novel Baswedan, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi  di rumah sakit kemarin sore. Dia mengaku sempat berbincang dengan Novel meski dalam kondisi kepala dan mata dibalut perban.

Novel, kata Mahfud, sebenarnya merasa kondisinya sudah lebih baik. Novel bahkan sudah bisa berbincang-bincang dengan orang-orang yang menjenguknya. Namun kondisi mata kirinya memang cukup parah sehingga dia tak bisa melihat.

“Mata sebelah kiri tidak bisa melihat sama sekali. Luka sedikit di bawah mata tapi sangat membahayakan; fatal bagi mata,” kata Mahfud dalam perbincangan dengan tvOne pada program Apa Kabar Indonesia Pagi, Rabu, 12 April 2017.

Menurut Mahfud, mata kiri Novel masih diperban. Dokter akan membuka dan memeriksanya lagi dua hari mendatang untuk mengetahui tindakan medis berikutnya.

Dia mengaku sempat mendengarkan Novel bercerita seputar kronologi singkat penyiraman air keras ke wajahnya pada Selasa subuh. Novel sebenarnya sudah mengetahui cara-cara atau tindakan pertama ketika terkena air keras, yaitu segera membilasnya dengan air, terutama air hangat.

Novel pun segera kembali ke masjid, tempat dia salat subuh sebelum peristiwa itu. Dia memang sempat panik tatkala mencari air untuk membilas wajahnya, lalu kepalanya terbentur sesuatu hingga benjol.

“Jadi, benjolan di dahinya itu bukan karena siraman air keras, tapi terbentur sesuatu, karena dia panik waktu mencari air di masjid,” kata Mahfud.

Tidak sulit

Mahfud sangat meyakini polisi dapat segera mengungkap kasus teror itu dan menangkap pelakunya. Soalnya kasus itu bukan terkategori perkara rumit.

“Polisi kita canggih, seperti polisi Inggris. Banyak kasus pembunuhan, kejahatan, teroris, semua terungkap dengan jelas,” ujarnya.

Namun, katanya, polisi memang memerlukan waktu yang cukup untuk lebih dulu menyelidiki serta mendapatkan bukti-bukti kuat sebelum menangkap pelaku. “Kasus ini tidak sulit. Saya yakin polisi bisa mengungkap ini.”

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TUTUP