TUTUP
TUTUP
NASIONAL

Penyerahan Jenazah Terduga Teroris Tuban Mulur dari Rencana

Tim DVI masih masih mencocokkan data identitas jenazah.
Penyerahan Jenazah Terduga Teroris Tuban Mulur dari Rencana
Beberapa prajurit Brimob Polri berjaga-jaga di gedung DVI Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya, tempat jenazah terduga teroris diidentifikasi, pada Selasa, 11 April 2017. (VIVA.co.id/Nur Faishal)

VIVA.co.id - Kepolisian belum menyerahkan enam jenazah terduga teroris yang tewas dalam baku tembak di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, kepada keluarga. Sebabnya, identifikasi jenazah terduga asal Semarang, Jawa Tengah, belum rampung.

Keenam jenazah itu akan diserahkan kepada keluarga kemarin malam. Namun, hingga Selasa siang, 11 April 2017, jenazah masih berada di Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya, Jawa Timur, dan masih proses identifikasi. Beberapa prajurit Brimob berjaga-jaga di rumah sakit itu.

Keenam jenazah itu berada di ruang Disaster Victim Identification (DVI) Rumah Sakit Bhayangkara dan diidentifikasi oleh ahli Forensik Polri dan Universitas Airlangga. "Masih diidentifikasi," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Jawa Timur, Komisaris Besar Polisi Frans Barung Mangera, kepada wartawan.

Dia menjelaskan, DNA keluarga telah diterima dari Kepolisian Daerah Jawa Tengah untuk dicocokkan dengan DNA keenam jenazah. Pencocokan data pembanding sekunder dan primer perlu dilakukan agar identifikasi jenazah bisa dipertanggungjawabkan.

Tinggal satu dari enam jenazah yang masih proses pencocokan datanya. Hanya perlu beberapa prosedur pencocokan untuk memastikan identitas jenazah sehingga dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan hukum.

"DVI Polda Jatim tidak perlu diragukan kinerjanya dalam mengidentifikasi jenazah. Kami sudah pengalaman mengidentifikasi ratusan kasus, termasuk identifikasi jenazah musibah AirAsia beberapa tahun lalu," ujar Barung.

Jika proses identifikasi selesai, keenam jenazah diserahkan kepada pihak keluarga pada hari ini. Penyerahan dilaksanakan di Rumah Sakit Bhayangkara. "Diharapkan secepatnya bisa selesai," ujar Barung.

Keenam jenazah itu tewas dalam baku tembak antara mereka dengan aparat Polri-TNI di kawasan perkebunan Kecamatan Jenu, Tuban, pada Sabtu, 8 April 2017. Sebelum terlibat baku tembak, mereka menembaki polisi lalu lintas di Jalan Raya Tuban-Semarang. Mereka diduga bagian dari kelompok radikal-ekstrem, Jamaah Anshorud Daulah. (ase)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP