TUTUP
TUTUP
NASIONAL

Polisi Janji Ungkap Cepat Pembunuh Satu Keluarga di Medan

Pembunuhan diduga memang direncanakan.
Polisi Janji Ungkap Cepat Pembunuh Satu Keluarga di Medan
Polisi berjaga di depan rumah korban pembunuhan satu keluarga di Medan. (ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi)

VIVA.co.id – Aparat Kepolisian masih terus melakukan penyidikan terhadap kasus yang diduga pembunuhan berencana satu keluarga di Jalan Mangaan Gang Benteng, Kelurahan Mabar, Kecamata Medan Deli, Medan, Sumatera Utara pada Minggu pagi, 9 April 2017.

Akibatnya, lima orang tewas dan satu orang balita dalam keadaan kritis.

Kelima korban yang tewas dalam pembunuhan sadis adalah pasangan suami istri Rianto (40) dan Yani (35). Kemudian kedua anak mereka, Naya (14) dan Gilang Laksono (10) dan mertua Rianto bernama Marni (50). Sedangkan, putri bungsu pasangan Rianto dan Yani yang bernama Kirana (4) ditemukan dalam keadaan kritis.

Saat ini, Kirana masih menjalani perawatan medis di RS Mitra Medika, Jalan KL Yos Sudarso, Tanjung Mulia, Medan, Sumatera Utara. Seluruh korban mengalami luka tikam akibat senjata tajam berupa pisau.

Meski sejumlah barang berharga milik para korban seperti sepeda motor dan handphone hilang di lokasi kejadian namun petugas Kepolisian menduga kasus pembantaian satu keluarga ini, bukan kasus perampokan. Diduga kasus ini pembunuhan berencana.

Hal tersebut diutarakan oleh Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol. Rycko Amelza Dahniel. Dia mengatakan polisi akan segera menangkap para pelaku pembunuhan satu keluarga tersebut.

"Tentunya kalau kita melihat kasusnya ini pembunuhan berencana. Dugaan sementara, sementara di TKP, ini pembunuhan berencana kemudian pelaku melarikan diri," tutur Rycko Amelza Dahniel kepada wartawan saat meninjau langsung ke lokasi pembunuhan sadis tersebut di Medan, Minggu Sore, 9 April 2017.

Jenderal bintang dua ini menjelaskan, polisi sudah melakukan pemeriksaan sejumlah saksi dan pengumpulan barang bukti serta melakukan olah TKP di lokasi kejadian.

"Pertama untuk memastikan waktu kejadian dan peristiwa itu. Yang kedua untuk mengumpulkan berbagai informasi mengenai peristiwa yang terjadi, bagaimana masuknya, bagaimana keluarnya. Bagaimana pelaku menganiaya korban," kata Rycko.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP