NASIONAL

Kasus Rabies di Bali Meluas

Di Tabanan yang sudah menelan korban meninggal, disiapkan sekitar 3.850 vaksin anti rabies

ddd
Senin, 14 September 2009, 23:20
vaksin rabies
vaksin rabies (Wima Saraswati/VIVAnews)

VIVAnews - Penyebaran rabies di Bali semakin meluas dan tak terkendali. Setelah dua kabupaten yaitu Badung dan Denpasara dinyatakan positif rabies, kini sudah menjalar hingga ke kabupaten lain yakni Tabanan dan Gianyar. Bahkan di wilayah Tabanan telah jatuh korban meninggal.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali I Nyoman Sutedja menjelaskan kasus rabies pertama kali muncul di Badung. Namun dirinya tak menyangka jika penyebarannya begitu cepat seperti saat ini.

Untuk penanganan di Tabanan yang sudah menelan korban meninggal, disiapkan sekitar 3.850 vaksin anti rabies (VAR). Namun yang disayangkan, kesadaran masyarakat untuk memberikan vaksin untuk hewan peliharaan maupun orang yang digigit anjing masih kurang.

"Kesadaran masyarakat yang masih rendah tak sebanding dengan kegemaran mereka memelihara anjing," kata Nyoman Sutedja, Senin, 14 September 2009. 
 
Sejak awal tahun, setidaknya sudah ada 12 orang sudah meninggal akibat rabies dan tiga diantaranya berasal dari Tabanan. Guna menangani rabies, Pemerintah Provinsi Bali telah mengucurkan dana sekitar Rp 5 miliar.

Dihubungi terpisah, Sekretaris Tim Penanggulangan Rabies Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah, Ken Wirasandi mengatakan kasus rabies muncul di Tabanan memang tak pernah diprediksi sebelumnya sebagai daerah terancam.

"Dengan munculnya kasus ini, kita jadi pesimis jika Bali akan dinyatakan bebas rabies di tahun 2010," kata Ken.
 
Salah satu korban asal Tabanan yang meninggal beberapa hari lalu berinisial KR (50). Pasien ini pernah digigit anjing peliharaannya sekitar dua bulan lalu dan menunjukkan gejala klinis rabies.

Sayangnya pasien terlambat mendapat penanganan karena keluarga menganggap bahwa gigitan anjing itu bukan ancaman sehingga tak perlu dibawa ke dokter.

Untuk itu, dia mengimbau pada masyarakat untuk tetap memberikan VAR pada hewan peliharaan dan cepat pergi ke dokter jika digigit anjing. Berdasarkan catatannya, sebanyak 14.700 kasus gigitan anjing dan dari angka tersebut baru menghabiskan 5.800 VAR.

Laporan : Wima Saraswati | Bali



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com