TUTUP
TUTUP
NASIONAL

Lolos dari Hukuman Mati, Eks Katim Narkoba Tersenyum Lepas

Mantan kepala tim (Katim) narkoba Polresta Palembang divonis 10 tahun.
Lolos dari Hukuman Mati, Eks Katim Narkoba Tersenyum Lepas
Terdakwa Mardiansyah, mantan Katim Narkoba Polresta Palembang divonis 10 tahun (VIVA.co.id/ Aji YK Putra)

VIVA.co.id – Mantan kepala tim (Katim) narkoba Polresta Palembang Aipda Mardiansyah di vonis dengan hukuman 10 tahun penjara dan denda sebanyak Rp1 Miliar serta subsider enam bulan  lantaran terbukti telah melakukan pengawalan penjualan sabu sebanyak 1 kilogram.

Dalam sidang yang berlangsung di Pengadilan Negeri Kelas 1 Palembang, Sumatera Selatan, ketua majelis hakim Wisnu Wicaksono menjatuhkan vonis lebih rendah dari  tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Sebelumnya, ia dituntut hukuman penjara 14 tahun hingga hukuman mati.

"Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal Pasal 114 ayat 2 Undang-undang nomor 35 Tahun 2009 tentang penjualan narkoba," kata Wisnu dalam sidang, Selasa 4 April 2017.

Mendengar vonis yang dijatuhkan hakim, Mardiansyah pun langsung tersenyum. Berbeda pada sidang sebelumnya mantan Katim Narkoba Polresta Palembang ini selalu menundukan kepala.

Atas tuntutan tersebut, kuasa hukum dari Mardiansyah masih menyatakan pikir-pikir dari vonis yang dijatuhkan hakim. Dalam dakwaan Jaksa, terdakwa Aipda Mardiansyah sebelumnya telah diselidiki Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Selatan, karena diduga menjadi perantara jual beli narkoba jenis sabu.

Pada Jumat, 12 Agustus 2016 lalu, akhirnya petugas menangkap Bripda Mardiansyah dengan barang bukti sabu sebanyak 1 kilogram setelah petugas Polda Sumsel menyamar sebagai pembeli. Penangkapan itu sendiri berlangsung di kawasan Jalan Demang Lebar Daun, Palembang, tepatnya di depan sebuah warung makan.

Ketika penangkapan, Mardiansyah mencoba melarikan diri hingga dia akhirnya dilumpuhkan petugas dengan timah panas di kakinya. Selain Mardiansyah, beberapa rekannya juga turut digelandang petugas, yakni Dian dan Ardi serta Sukirno. 

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TUTUP