TUTUP
TUTUP
NASIONAL

Pencarian 26 Korban Longsor Ponorogo Kian Sulit karena Hujan

Anjing pelacak ikut dikerahkan untuk mendeteksi keberadaan korban.
Pencarian 26 Korban Longsor Ponorogo Kian Sulit karena Hujan
Lokasi bencana longsor di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. (ANTARA FOTO/Siswowidodo)

VIVA.co.id – Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap korban tertimbun tanah longsor di Dusun Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Sedikitnya 28 korban masih tertimbun longsor.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Sutopo Purwo Nugroho, menyampaikan secara bergantian personel tim SAR gabungan dan masyarakat diterjunkan langsung ke lokasi kejadian guna mencari korban.

"Saat ini, sekitar 1.655 personel tim SAR gabungan telah berada di lokasi untuk mencari korban. Tujuh alat berat dan peralatan sudah di lokasi. Tim pencarian berasal dari TNI, Polri, BPBD, Basarnas, Dinas Sosial atau Tagana, SKPD Ponorogo, dan relawan," kata Sutopo saat melakukan jumpa pers, Minggu 2 April 2017, di kantor pusat BNPB Jakarta Timur.
 
Selain itu, BNPB juga mengerahkan anjing pelacak untuk menemukan para korban yang tertimbun longsor. Proses evakuasi sempat dihentikan beberapa kali lantaran hujan terus terjadi dan untuk menghindari adanya longsor susulan. Sutopo menjelaskan kondisi cuaca, terbatasnya peralatan, aksesibilitas dan komunikasi, menjadi faktor utama sulitnya upaya pencarian korban yang tertimbun.
 
"Kami berusaha untuk mencari korban yang tertimbun longsor, tetapi kami juga harus mengutamakan safety first, karena risiko adanya longsor susulan masih cukup besar. Mengingat di sana (Ponorogo) masih sering hujan lokal," ujarnya.
 
Selain itu, Sutopo menyampaikan kendala utama yang dihadapi tim gabungan adalah akses menuju lokasi bencana, cuaca, komunikasi, potensi longsor susulan, dan material longsor.
 
"Akses ke TKP hanya dapat dilalui satu kendaraan saja dan di beberapa bagian jalan terdapat jurang. Selain itu, banyak orang menonton sehingga macet. Cuaca juga mendung dan beberapa kali hujan, susah sinyal, potensi longsor susulan tinggi, dan material longsoran tebal dan luas," katanya.
 
Data BNPB menunjukkan dari sekitar 35 kepala keluarga atau sebanyak 128 jiwa terdampak, 100 jiwa dinyatakan selamat dan 28 jiwa dilaporkan masih tertimbun longsor. Sebanyak 17 orang luka-luka dan sudah dirawat di Puskesmas Pulung.
 
“Ada 300 orang mengungsi ke rumah kepala desa dan ke kerabat terdekat. Korban selamat kebanyakan mengungsi ke sanak saudaranya," kata Sutopo.
 
Dari 28 korban tertimbun longsor, terdata ada enam orang laki-laki dan 12 perempuan. Ada dua korban yang dinyatakan meninggal telah ditemukan, sementara 26 lainnya masih dalam pencarian. Dari korban tertimbun terdapat dua anak-anak.
 
Kepala BPBD Kabupaten Ponorogo sudah berada di lokasi kejadian sejak kemarin. Segera berkoordinasi dengan aparat setempat dan melaporkan kepada BNPB dan BPBD Provinsi. Bupati Ponorogo telah menetapkan struktur komando tanggap darurat dimana Kepala BPBD Ponorogo sebagai komandan tanggap darurat.
 
Kepala BNPB dan Kepala BPBD Provinsi Jawa Timur sudah berada di lokasi kejadian untuk memberikan pendampingan kepada BPBD Ponorogo. BPBD terdekat seperti BPBD Kabupten atau Kota di Jawa Timur dan Jawa Tengah membantu penanganan darurat. Posko Tanggap Darurat, dapur umum, kantong jenazah pun telah disiapkan. (ren)
KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP