TUTUP
TUTUP
NASIONAL

Alat Peringatan Dini Gempa di Sumbar Raib Digondol Maling

Petugas sempat melakukan uji coba alat, namun tidak tersambung
Alat Peringatan Dini Gempa di Sumbar Raib Digondol Maling
Alat sistem peringatan Tsunami dan gempa hilang dicuri (VIVA/Andri Mardiansyah)

VIVA.co.id – Master alat sistem peringatan yang dipasang di Bukit Biawak Kenagarian Painan Selatan, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Senin 27 Maret 2017 sekitar pukul 13.00 WIB kemarin hilang digondol maling. Keseluruhan alat tersebut milik BPBD Sumbar, Dinsos Sumbar, Markas PMI Sumbar dan BNBP yang dipasang sejak tahun 2013 silam

Alat yang berhasil dibawa kabur kawanan maling tersebut terdiri dari Repeater, antena Celwave, Coaxial Heliax 40, Coaxial 20 Volt,Antena Avanti, Antena Aluster, Coaxial R 68 40, Accu, AVR 3 Phase dan Accu Urla. Total kerugian diperkirakan mencapai Rp1 miliar.

Tak hanya menimbulkan kerugian materil. Hilangnya alat tersebut berdampak besar kepada sistem peringatan dini gempa dan tsunami untuk Kabupaten Pesisir Selatan yang memang merupakan zona rawan gempa bumi dan tsunami.

Kepala Markas PMI Sumbar, Hidayatul Irwan, mengatakan pihak BPBD Pesisir Selatan pada Minggu, 26 Maret 2017, sempat melakukan uji coba sirine dengan alat sistem peringatan dini gempa dan tsunami yang ada di Bukit Biawak Kenagarian Painan Selatan.

Setelah dilakukan beberapa kali uji coba sirine, namun tidak ada respon antara tower pemancar dengan sistem yang ada di kantor BPBD Pessel. Saat dilakukan pengecekkan ke lokasi pada Senin kemarin, barulah diketahui jika seluruh peralatan penting yang dapat menyelamatkan ribuan nyawa tersebut hilang.

"Mendapati laporan kehilangan alat itu, kita segera menuju lokasi. Kita temui pintu ruangan tempat penyimpanan alat tersebut sudah rusak, dan semua alat hilang," sebut Hidayatul Irwan, melalui sambungan ponselnya, Selasa 28 Maret 2017

Alat sistem peringatan Tsunami dan gempa hilang dicuri

Setelah meninjau lokasi, ia bersama dengan sejumlah pihak terkait segera mendatangai Mapolres Pesisir Selatan untuk membuat laporan kehilangan agar dapat segera ditindak lanjuti.

Sementara itu, Suri Hamdazir, Ketua II Rapi Sumbar menyebutkan, alat itu ia pasang bersama dengan rekan lainnya pada tahun 2013 silam, dengan tujuan untuk mengetahui perkembangan dan peringatan dini gempa tsunami di Kabupaten Pesisir Selatan, mengingat di Pessel merupakan salah satu zona rawan kegempaan dan tsunami.

"Hingga alat tersebut belum ditemukan atau ada penggantian, maka secara otomtis sistem peringatan dini Kabupaten Pessel lumpuh total," katanya.

Terpisah Kapolres Pesisir Selatan AKBP Deni Yuhasdi menyebutkan, laporan hilangnya alat sistem peringatan dini tersebut sudah diterima dan sudah diproses. "Untuk indikasi sudah ada, tim sudah dikerahkan, mudah-mudahan dapat segera ditemukan, dan pelaku segera ditangkap," katanya.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TUTUP