TUTUP
TUTUP
NASIONAL

Demo Tuntut Hak Tanah, Warga Bawa Spanduk Gambar Raja Salman

Penggunaan gambar Raja Arab Saudi itu sebagai simbol pemimpin adil.
Demo Tuntut Hak Tanah, Warga Bawa Spanduk Gambar Raja Salman
Demonstrasi menuntut hak tanah di Bali. (VIVA.co.id/Bobby Andalan)

VIVA.co.id – Ada-ada saja cara warga di Ubud, Bali untuk memperjuangkan hak mereka dalam urusan tanah. Saat menggelar aksi demonstrasi di Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Ubud, mereka membawa spanduk Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz al-Saud yang tengah berlibur di Pulau Dewata.

Warga yang sebagian besar ibu-ibu itu membentangkan spanduk bergambar Raja Salman saat menggelar aksi damai menuntut haknya atas penggarapan tanah redis seluas 50 hektare lebih di Subak Tegal Jambangan, Ubud, Gianyar.

Entah apa tujuan demonstran membawa spanduk berisi Raja Salman. Yang pasti, selain memuat gambar Raja Salman, di spanduk berlatar warna merah itu tertulis ’Hormat kami kepada: Yang Mulia Sri Baginda Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud. Raja yang adil, arif dan bijaksana. Tidak pernah: menyusahkan, meresahkan, apalagi merampas tanah-tanah rakyat’.

Kehadiran mereka di Kantor BPN mempertanyakan sertifikat ganda hingga seringnya menerima intimidasi oleh pihak ketiga. Mereka sebagian mengakui atas hak penggarapan tanah tersebut sejak tahun tahun 1963. Aksi demo tanpa yel-yel ini berjalan tertib hingga berakhir pukul 13.00 WITA, sejak pukul 11.20 WITA.

"Adanya sertifikat ganda membuat  warga resah karena terus mendapat intimidasi. Apalagi telah dilakukan pengukuran atas terbitnya sertifikat ganda atas dasar konversi yang diterbitkan BPN setempat. Padahal, mereka sudah memiliki sejak zaman leluhur pendahulu sebelumnya," ujar penasihat hukum warga Tegal Jambangan, Gede Putu Arsana.

Sementara itu, soal spanduk Raja Salman ia menjelaskan jika hal itu dimaksudkan warga sebagai simbol keadilan. Pemimpin, ia melanjutkan, sudah semestinya tak menyusahkan rakyat dengan merampas tanah mereka secara semena-mena.

"Tidak seperti yang mereka alami, justru tanah yang sudah ditempati sejak zaman kerajaan, kini dirampas," kata Arsana.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TUTUP