TUTUP
TUTUP
NASIONAL

Dubes Arab Datangi Warganya yang Bergurau soal Bom di Bali

Penumpang asal Arab Saudi itu bergurau soal pesawat yang akan meledak.
Dubes Arab Datangi Warganya yang Bergurau soal Bom di Bali
Dubes Arab Saudi mendatangi penumpang Lion Air yang bergurau soal bom. (VIVA.co.id/Bobby Andalan)

VIVA.co.id – Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Osama bin Mohammed Abdullah al-Shuaibi mendatangi Hotel MaxOne Suitest, Kuta untuk melihat warganya yang tengah menjalani pemeriksaan intensif akibat bergurau pesawat akan meledak saat menumpang Lion Air rute ?JT 105 rute Denpasar-Jakarta.

Osama datang sekira pukul 23.25 WITA, Rabu, 8 Maret 2017. Ia langsung naik lift untuk menemui warganya tersebut. Ia datang menumpang mobil Mercy E 200 dengan plat kendaraan B 1884 STA.

Namun, ia sempat tak terima diabadikan oleh sejumlah jurnalis. Ia sempat menarik tangan dan ponsel milik dua orang jurnalis wanita yang mengabadikan kedatangannya.

Sebelumnya, ?seorang penumpang asal Arab Saudi bernama Aljohani Dakheel Allahwdahm membuat geger seisi pesawat Lion Air rute Denpasar-Jakarta. Gara-garanya ia yang terbang bersama tiga temannya itu bergurau jika pesawat akan meledak sesaat setelah lepas landas.

Hal itu langsung dilaporkan kepada kru pesawat. Alhasil pesawat batal melakukan penerbangan.

"Dari keterangan yang dikonfirmasi dari kru kabin, memang dia bercanda," kata Kapolda Bali Irjen (Pol) Petrus R Golose dalam wawancara dengan tvOne, Rabu malam, 8 Maret 2017.

Ia juga mengatakan bahwa pria Arab dan teman-temannya tersebut tidak ada hubungannya dengan delegasi Arab Saudi yang berada di Bali bersama Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud.

“Tak ada satu pun dalam rombongan (Raja Salman),” ucapnya menambahkan.

Sementara itu, Humas Bandara I Gusti Ngurah Rai, Arie Ahsanurrohim menjelaskan, saat peristiwa terjadi pesawat sudah melakukan push back pukul 17.19 WITA.

Pilot in Command (PIC) kemudian meminta kepada AMC untuk melakukan Return to Apron (RTA) pukul 18.57 WITA.

"Alasannya karena ada penumpang yang bercanda mengatakan pesawat akan meledak. Penumpang lain yang mendengar segera melaporkan kepada air crew dan pilot memutuskan untuk kembali ke apron," ucap Arie, Rabu, 8 Maret 2017.

Ia melanjutkan, sesuai prosedur, pesawat dan penumpang diperiksa dibantu oleh Gegana dan aviation security. Penumpang tersebut langsung diamankan untuk menjalani pemeriksaan.

Terdapat sebelas penerbangan yang mengalami delayed karena insiden tersebut. Tujuh di antaranya rute internasional, sisanya domestik. Hal itu terjadi lantaran terjadi penutupan runway sekitar satu jam.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP