TUTUP
TUTUP
NASIONAL

Bencana Alam di Indonesia Makin Bertambah

Total bencana alam dari awal tahun 2017 saja sudah mencapai 695 kasus.
Bencana Alam di Indonesia Makin Bertambah
Para korban bencana gempoa di Pidie Jaya yang berkekuatan 6,5 SR saat berada di lokasi pengungsian, Kamis (8/12/2016). Gempa dangkal ini menyebabkan 102 orang warga tewas dan ribuan rumah mengalami ke (ANTARA FOTO/Irwansyah Putra)

VIVA.co.id – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menetapkan sebanyak 69 kecamatan di Provinsi Sumatera Barat tercatat masuk dalam kategori menengah dan tinggi dalam potensi pergerakan tanah jika curah hujan meningkat.

Peringatan itu patut diwaspadai. Sebab dengan kondisi cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah Indonesia termasuk Sumatera Barat, peluang bencana longsor sangat mungkin terjadi.

Mengutip dari laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dampak bencana longsor dan disertai banjir yang melanda Kabupaten Limapuluh Kota Sumatera Barat, cukup mengkhawatirkan.

Selain menyebabkan kematian terhadap enam orang warga, bencana alam ini juga membuat delapan kecamatan di daerah itu terdampak.

Tak cuma itu, dilaporkan juga sebanyak 3.774 rumah terendam air, 1.039 hektare sawah dan 45 hektare kebun warga rusak. Serta sebanyak 166 gardu listrik terpaksa tidak berfungsi.

Infografis dampak bencana banjir dan longsor Sumatera Barat

Infografis dampak bencana banjir dan longsor di Kabupaten Limapuluh Kota Sumatera Barat, Kamis (2/3/2017)/BNPB

Bencana memang tak bisa disepelekan. Selain berdampak buruk, dampaknya juga bisa merugikan hampir di seluruh sektor.

Sumatera Selatan misalnya. Provinsi penyelenggara agenda Asian Games 2018 ini terpaksa harus membekak anggaranb infratsrukturnya hanya untuk perbaikan jalan.

Sebabnya, sejumlah ruas jalan dan jembatan yang ada di daerah itu kini mengalami kerusakan akibat bencana seperti banjir dan longsor.

Begitu pun di Lampung. Rusaknya sejumlah jembatan penghubung membuat antrean kendaraan yang hendak menuju ke pulau Jawa terpaksa bertahan di jalan.

Sopir-sopir yang membawa bahan rempah mulai menjerit karena kerugian ada di ambang mata. Sebab, keterlambatan waktu pengiriman itu sama saja dengan mempercepat busuknya rempah-rempah yang tersimpan di dalam truk mobil.

Bencana Tanah Bergerak

Warga mengamati lokasi tanah yang amblas akibat bencana tanah bergerak di Dusun Delik, Candigaron, Sumowono, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Kamis (2/3/2017)/ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

Jumlahnya Naik

Tahun lalu, BNPB mencatat ada kenaikan 35 persen jumlah kejadian bencana di Indonesia dibanding dengan tahun 2015. Dalam laporan akhir tahunnya, total bencana yang terjadi sepanjang 2016 mencapai 2.342 kejadian.

Dari jumlah itu, 92 persennya adalah bencana hidrometereologi yang didominasi oleh banjir, longsor dan puting beliung. Secara rincinya yakni, 766 bencana banjir, 612 bencana longsor, 522 puting beliung, 74 longsor dan banjir, 178 kebakaran hutan dan lahan, 13 gempa, tujuh gunung meletus dan 23 kejadian akibat gelombang pasang dan abrasi.

Dampaknya, 522 orang meninggal dunia, hampir 10 ribu rumah rusak berat, dan ratusan ribu lainnya mengalami kerusakan sedang dan ringan.

Lalu bagaimana dengan kondisi kebencanaan pada tahun 2017? Data dari BNPB, hingga Februari 2017 sudah tercatat ada 695 kejadian bencana. Dengan rincian, banjir 245 kejadian, banjir dan tanah longsor 12 kejadian, puting beliung 215 kejadian dan tanah longsor 214 kejadian.

12 Orang Tewas Akibat Tanah Longsor di Kintamani, Bali

Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan TNI mengevakuasi warga yang mengalami luka-luka setelah tersapu tanah longsor di Desa Songan, Kintamani, Bali, Jumat (10/2/2017)/ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana

Total korban meninggal dunia tercatat mencapai 81 orang. Dengan rincian, 32 orang meninggal akibat banjir, empat orang akibat banjir dan longsor, puting beliung 11 orang, tanah longsor 17 orang dan akibat kecelakaan transportasi 11 orang.

Jelas, jumlah kejadian bencana ini masih terus diperbaharui. Dampak kejadian bisa saja meluas atau mungkin mengalami penurunan. Bencana mungkin tak bisa ditolak, tapi setidaknya bisa diantisipasi. Selama kita tidak menyepelekan bencana. (ren)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TUTUP