TUTUP
TUTUP
NASIONAL

Tiga Pekan Sebelum Ditangkap, Siti Aisyah Temui Putranya

Siti Aisyah terakhir ke kampung halamannya pada 21 Januari 2017.
Tiga Pekan Sebelum Ditangkap, Siti Aisyah Temui Putranya
Ibunda Siti Aisyah, memperlihatkan foto anaknya, Kamis (16/2/2017) (Viva.co.id/Yandhi Deslatama)

VIVA.co.id – Benah, ibu kandung dari Siti Aisyah, perempuan yang diduga terlibat pembunuhan Kim Jong-nam, saudara tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong-un di Malaysia, mengakui putrinya terakhir bertemu dengannya pada tiga pekan lalu atau tepatnya pada Sabtu, 21 Januari 2017.

Saat itu, kata Benah,perempuan berusia 25 tahun itu mengaku hendak bertemu dengan anaknya yang tinggal bersama mantan suaminya di wilayah Tambora Jakarta Barat.

Tidak ada firasat apa pun terkait keinginan Siti Aisyah tersebut. Benah pun akhirnya menemaninya untuk menemui cucunya itu. "Namanya juga (punya) anak nengok ke situ (Tambora)," kata Benah di kediamannya di Desa Sindang sari Kabupaten Serang Banten, Jumat, 17 Februari 2017.

Saat itu juga, kata Benah, putrinya yang telah menjanda sejak lima tahun lalu itu, memberikan uang untuk dirinya guna keperluan sehari-hari. Selama ini, kata Benah, Siti Aisyah memang kerap mengiriminya uang. "Kalau ngirim uang Rp 500 ribu, enggak tiap bulan," katanya.

Benah mengakui, selama ini ia tidak mengetahui detail tentang kehidupan anaknya tersebut. Siti Aisyah juga tidak pernah menceritakan kehidupannya selama di perantauan baik di Jakarta, Batam maupun di Malaysia.

"Eggak tahu apa-apa. Dia mah enggak ngasih nomor kerabat. Enggak tahu nama temen-temennya. Pokoknya ini (pembunuhan) juga enggak tahu, tahu juga dari Tv," katanya.

Nama Siti Aisyah, sebelumnya mendadak muncul setelah Kepolisian Diraja Malaysia melaporkan telah menangkap seorang perempuan yang terkait dengan aksi pembunuhan Kim Jong Nam, saudara tiri dari pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, pada Senin, 13 Februari 2017.

Perempuan itu diketahui memiliki paspor Indonesia dan bernama Siti Aishah (25 tahun) berasal dari Serang, Banten. Ia tertangkap kamera pengawas (CCTV) saat berada di Bandara Internasional Kuala Lumpur pascapembunuhan.

Hingga kini, penyelidikan atas dugaan pembunuhan itu masih didalami otoritas setempat. Indonesia pun masih menunggu permintaan Malaysia untuk membantu proses penyelidikan.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP