Kapolri Akui Belum Ada Bukti Pemimpin ISIS Indonesia Tewas

Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Nur Faishal

VIVA.co.id - Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Jenderal Polisi Tito Karnavian, mengatakan bahwa penggerebekan terduga teroris di Tangerang Selatan dan beberapa lokasi pada Rabu, 21 Desember 2016, masih satu jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang dipimpin Aman Abdurrahman.

Densus 88 Polri Tangkap 7 Terduga Teroris di Sulteng

"Ini jaringan baru. Sekarang yang banyak ini JAD. Semua yang 2016 ini termasuk jaringan yang kemarin (di Bekasi). Jaringan hari ini, itu sama saja. Jadi intermediary (perantara) menuju ke ISIS itu adalah Bahrun Naim, Bahrumsyah, dan Salim Mubarok," katanya di Jakarta pada Rabu malam.

Menurutnya, pola jaringan itu sama dengan kelompok Al Qaeda dahulu, Jamaah Islamiyah (JI) sebagai operator di Indonesia dengan pimpinan Abu Bakar Ba’asyir.

Polri Ungkap Peran 10 Terduga Teroris yang Ditangkap di Solo Raya

"Di tengahnya itu ada Hambali. Sekarang ada pola yang sama; di atas ada ISIS, kemudian operator lapangan JAD pimpinan Aman Abdurrohman. Di tengahnya ada tiga orang: Bahrun Naim, Bahrumsyah, dan Salim Mubarok. Salim Mubarok ini informasinya meninggal tapi kami belum dapat informasi (bukti). Yang dua masih aktif tapi paling aktif Bahrun Naim," ujarnya.

Mengenai pencegahan terorisme, mantan Kepala Polda Metro Jaya itu menjelaskan, Kepolisian memiliki kebijakan cyber patrol untuk mengawasi pergerakan teroris di Indonesia. Tim itu mengawasi selama 24 jam pergerakan dan aktivitas jaringan teroris.

10 Terduga Teroris yang Ditangkap di Solo Raya dari Jaringan Jamaah Islamiyah

"Mereka tiap hari kerjanya membaca website-website, kemudian men-track (menelusuri), nanti ketemu satu: ada chatting room (forum obrolan) mereka, nanti chating room-nya diikuti, dan gabung dengan mereka," kata Tito.

Ia pun menyebut pada dasarnya pengawasan dunia maya sama dengan pengawasan di dunia nyata. "Ada yang menggunakan pengawasan nyata. Ada juga menggunakan undercover (penyamaran) untuk masuk seolah-olah menjadi ke kelompok mereka, menggunakan berbagai akun, masuk untuk chatting, masuk komunitas mereka," ujarnya.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko

8 Terduga Teroris Jaringan JI Ditangkap, Polisi Ungkap Ada yang Berperan Jadi Bendahara

Para terduga teroris tersebut mengikuti pelatihan secara fisik juga paramiliter di Poso.

img_title
VIVA.co.id
19 April 2024