TUTUP
TUTUP
NASIONAL

AM Fatwa Pertanyakan Penangkapan Rachmawati Cs

Menurut Fatwa, perbuatan makar adalah tuduhan serius.
AM Fatwa Pertanyakan Penangkapan Rachmawati Cs
Ketua BK DPD RI AM Fatwa. (Yunisa Herawati - VIVA.co.id)

VIVA.co.id – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI) Provinsi DKI Jakarta, AM.Fatwa, angkat bicara terkait penangkapan salah satu putri Mantan Presiden RI pertama Soekarno, Rachmawati Soekarno Putri, dan sejumlah tokoh lainnya yang dilakukan oleh Polda Metro Jaya hari ini.

Ia mempertanyakan alasan penangkapan 10 tokoh yang diduga terkait dengan gerakan aksi ratusan ribu masa yang hari ini terjadi di Jakarta.

"Saya dengar itu. Mungkin sekarang sudah ada 10 orang yang ditangkap. Mereka orang penting, itu masalah besar," kata AM Fatwa saat memantau aksi Bela Islam Jilid III di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat 2 Desember 2016.

Menurutnya, ratusan ribu bahkan jutaan orang hari ini berkumpul menyampaikan aspirasi di muka umum melihat fenomena hukum, politik dan sosial adalah hal yang biasa dalam negara demokrasi.

Terlebih ia katakan, ratusan ribu orang yang hari ini memenuhi Tugu Monas untuk ikut serta dalam aksi gelar sejadah dan berdoa bersama adalah gerakan hati nurani yang tidak bisa dibendung oleh siapa pun.

Dengan demikian ia mempertanyakan alasan aparat kepolisian yang bersikap arogan dengan menangkap sejumlah tokoh, bersamaan dengan gerakan masa yang hari ini terjadi di pusat pemerintahan Indonesia.

"Tentu pihak keamanan punya alasan menangkap mereka. Orang berkumpul ini ada kecintaan agama. (Mungkin dapat) Dimaklumi kalau ada orang yang memanfaatkan secara politik," ujarnya.

Terkait dengan isu makar, AM.Fatwa berdalih gerakan aksi masa yang terjadi belakangan ini jauh dari tujuan makar. Menurut dia, gerakan makar biasanya dilakukan oleh sekelompok orang yang bergerak dengan kekuatan senjata, sementara gerakan hari ini diklaim sebagai gerakan aksi super damai.

"Saya kira kalau makar itu tidak, makar kan biasanya dari kalangan bersenjata, ini kan dari kalangan rakyat," kata Fatwa.

Ia pun menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat yang melakukan gerakan hari ini agar tidak menyalahgunakan gerakan rakyat yang bergerak berdasarkan hati nurani dengan tetap menjaga gerakan agar tidak ditunggangi oleh kepentingan-kepentingan politik tertentu.
Sebab, ia menyadari bahwa gerakan massa yang masif belakangan ini kemungkinan dimanfaatkan oleh orang-orang yang memiliki kepentingan politik tertentu.

"Jangan disalahgunakan, sesuai dengan tujuan murninya. Jadi nanti mengotori niat suci mereka menyampaikan aspirasi," ujarnya.

Diketahui sebelumnya, pagi tadi Polda Metro Jaya telah menangkap sejumlah tokoh yang ditenggarai sebagai otak dibalik gerakan anti pemerintahan Jokowi-JK, diantaranya adalah, Rachmawati Soekarnoputri, Mayjend.TNI (Purn) Kivlan Zein, Sri Bintang Pamungkas, dan Musisi Ahmad Dhani.

 

(ren)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP