TUTUP
TUTUP
MINIMIZE
CLOSE
NASIONAL

Rachmawati Ditahan Polisi, Mengaku Dilarang Kontak Dokter

'Sebagai anak Proklamator kok diperlakukan seperti ini?'
Rachmawati Ditahan Polisi, Mengaku Dilarang Kontak Dokter
Markas Komando Brigade Mobile (Brimob) di Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, pada Jumat, 2 Desember 2016. (VIVA.co.id/Zahrul Darmawan)

VIVA.co.id - Rachmawati Soekarnoputri, putri Proklamator sekaligus Presiden pertama Indonesia, mengeluhkan sakit selama ditahan di Markas Komando Brigade Mobile (Brimob), Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, pada Jumat, 2 Desember 2016. Dia bahkan mengaku dilarang menghubungi dokter pribadinya.

"Ini melanggar HAM (hak asasi manusia)," kata juru bicara Rachmawati, Teguh Santosa, menirukan ucapan putri Bung Karno itu saat ditemui di Markas Komando Brimob.

Menurut Teguh, Rachmawati memang sedang kurang sehat. Tensi darahnya bahkan mencapai 230/110. Dia bahkan baru makan pada pukul sebelas siang. "Katanya dari pagi belum makan, baru minta bubur ayam, dan baru mau dimakan katanya."

Teguh memprotes perlakuan polisi kepada Rachmawati. “Sebagai anak Proklamator kok diperlakukan seperti ini? Selama Orde Baru belum pernah saya dibeginikan," kata Teguh menirukan ucapan Rachmawati.

Racmawati ditangkap polisi di rumahnya di Jakarta pada Jumat, 2 Desember 2016. Dia ditangkap dan ditahan karena dituduh makar atau menggalang kekuatan untuk menggulingkan pemerintahan yang sah.

Polisi menangkap dan menahan juga sejumlah orang, di antaranya, Ratna Sarumpaet, Kivlan Zein, Ahmad Dhani Prasetyo, Sri Bintang Pamungkas, dan lain-lain, pada hari yang sama. Aparat menuduh mereka serupa kepada Rachmawati. Semua ditangkap di tempat berbeda di Jakarta, Bogor, dan Bekasi pada Jumat.

 

(ren)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP