TUTUP
TUTUP
NASIONAL

Massa Aksi 212 Mulai Bergerak ke Jakarta

Dari Surabaya naik Kereta, di Depok dan Tangerang long march
Massa Aksi 212 Mulai Bergerak ke Jakarta
Massa Aksi Bela Islam III long march dari Depok, Jawa Barat (VIVA.co.id/Zahrul Darmawan)

VIVA.co.id – Gelombang keberangkatan demonstran untuk mengikuti Aksi Bela Islam III di Jakarta pada 2 Desember, terus mengalir.

Dari Jawa Timur, berdasarkan pantauan VIVA.co.id, ribuan demonstran sudah memadati Stasiun Pasar Turi, Surabaya, Kamis malam, 1 Desember 2016.

Berdasarkan data yang diterima Polrestabes Surabaya, jumlah demonstran yang akan berangkat ke Jakarta menggunakan kereta api dari stasiun tersebut mencapai 1.111 orang. Mereka berangkat ke Jakarta dengan diangkut Kereta Api Kerta Jaya.

Terkait hal itu, Kapolda Jatim, Irjen Polisi Anton Setiadji, mengatakan telah meminta anggotanya menjaga sejumlah titik. Di antaranya lokasi keramaian seperti stasiun, terminal, dan sebagainya.

“Saya juga meminta kepada anggota, untuk memberikan imbauan kepada warga yang akan berangkat ke Jakarta, agar bisa menjaga diri, serta tidak membawa senjata tajam, maupun senjata api,” kata Anton, di Surabaya, Kamis 1 Desember 2016.

Tidak hanya itu, dia juga meminta sejumlah kapolres agar mengadakan doa bersama di wilayah masing-masing. “Tujuannya supaya keadaan tetap kondusif. Misalnya di Surabaya, Gresik, Mojokerto, Lamongan, dan daerah yang lainnya,” ujar Anton.

Massa Aksi Bela Islam III long march dari Tangerang, Banten

Long March dari Tangerang dan Depok

Selain dari Jawa Timur, massa yang melakukan aksi long march, berjalan kaki dari Serang, Banten menuju Jakarta, telah berangkat dari perbatasan Serang dan Tangerang.

Pantauan VIVA.co.id di lokasi, puluhan massa aksi tersebut telah berkumpul sejak pukul 18.00 WIB. 
Massa ini terlihat semangat berjalan kaki sambil membawa bendera merah putih dan bendera ormas. Mereka pun memakai pakaian serbaputih serta serban yang dililit di kepala.

"Aksi long march ini sebagai bentuk keseriusan kami umat Islam Banten dalam menuntut Presiden Joko Widodo, agar para aparat berwajib dapat serius menyikapi perbuatan Ahok (Basuki Tjahaja Purnama) serta melakukan penahanan," ungkap Sudrajat, salah seorang peserta aksi.

Diperkirakan massa akan sampai Jakarta pukul 09.00 WIB. Long march ini pun berjalan tertib dan mendapatkan pengawalan pihak kepolisian.

Sementara peserta yang berjalan kaki dari Bogor, Jawa Barat. telah sampai di Depok. Mereka pun mendapatkan sambutan hangat dari warga, yang memberikan bantuan perbekalan, saat melintasi Jalan Raya Bogor. 

Pantauan VIVA.co.id, saking penuhnya bantuan yang didapat, sejumlah massa terpaksa menolak pemberian warga. Bahkan tak sedikit dari para peserta aksi yang justru membagikan beberapa makanan yang mereka miliki, ke sejumlah anak-anak yang menyaksikan mereka dari pinggir jalan.

“Terima ya dek, ini ada cokelat, Insya Allah berkah ya,” kata salah satu demonstran.

Sejak memasuki Depok, ribuan peserta aksi ini disambut pekikan dukungan, “Selamat jalan para Mujahid, selamat berjuang,” teriak sejumlah pelajar di pinggir jalan.

Aksi ini pun mendapatkan kawalan ketat aparat. Kapolsek Sukmajaya, Komisaris Supriyadi, yang memimpin pengawalan hingga ke wilayah perbatasan Depok-Jakarta, juga ikut berjalan kaki bersama massa.

“Tak apa, saya masih sanggup jalan kaki,” kata Supriyadi ketika ditawari anggotanya untuk masuk ke dalam mobil.

Wali Kota Depok, Idris Abdul Shomad, juga sempat menemui para demonstran, dan turut memberikan doa agar perjalanan mereka bisa berjalan lancar. 

“Jangan mudah terprovokasi dan tetap jaga kekompakan. Untuk menghindari macet mereka kita arahkan melintas di Jalan Raya Bogor tidak melewati Jalan Margonda dan Juanda karena khawatir akan terjadi penumpukan kendaraan,” katanya berpesan.

Lebih lanjut Idris pun mengimbau PNS di jajarannya tetap masuk pada Jumat 2 Desember 2016.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP