TUTUP
TUTUP
MINIMIZE
CLOSE
NASIONAL

Bupati Kebumen Bantah Ikut Terima Suap Proyek Dispora

Diperiksa KPK sebagai saksi
Bupati Kebumen Bantah Ikut Terima Suap Proyek Dispora
Bupati Kebumen Muhammad Yahya Fuad usai menjalani pemeriksaan KPK (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

VIVA.co.id – Bupati Kebumen, Muhammad Yahya Fuad, enggan berkomentar banyak usai diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi sebagai saksi, terkait dugaan suap pemulusan proyek di Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kebumen. 

Yahya tampak keluar ruang pemeriksaan sekitar pukul 16.35 WIB. Begitu keluar lobi gedung KPK, Yahya langsung menghindari awak media yang sudah menantinya untuk mengonfirmasi perihal pemeriksaan dan kasus dugaan suap ini. 

Namun, dia langsung bergegas memasuki mobil yang sudah menjemputnya, sambil menyangkal memiliki keterlibatan dalam kasus ini.

"Enggak ada. Enggak ada," katanya seraya masuk ke mobil.

Sebelumnya, Pelaksana Tugas Kepala Biro Humas KPK, Yuyuk Andriati, menyatakan pihaknya sedang mengumpulkan bukti dugaan keterlibatan pejabat Pemerintah Kabupaten Kebumen, termasuk Bupati Kebumen terkait kasus ini. Menurut Yuyuk, ada kemungkinan pejabat Kebumen lain turut menikmati uang suap tersebut.

"Tidak tertutup SPKD lain yang terlibat terima aliran dan masih didalami kemungkinan keterlibatan Bupati," kata Yuyuk di kantornya, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Rabu, 30 November 2016. 

Dalam perkara ini, KPK mulanya menjerat Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Kebumen, Yudhy Tri Hartanto dan Sigit Widodo, usai operasi tangkap tangan, Sabtu, 15 Oktober 2016. 

Keduanya diduga menerima suap dari Dirut OSMA, Hartoyo, terkait pemulusan sejumlah proyek di Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kebumen dalam APBD Perubahan 2016.

Dari tangan kedua tersangka itu, KPK menyita uang tunai sebesar Rp70 juta. Diduga uang itu merupakan bagian commitment fee sebesar Rp750 juta dari anggaran proyek yang mencapai Rp4,8 miliar. 

Terkait kasus ini, KPK pun sudah menetapkan Hartoyo sebagai tersangka pemberi suap, pada Jumat, 21 Oktober 2016.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP