TUTUP
TUTUP
NASIONAL

Banjir Masih Melanda Sejumlah Daerah di Indonesia

Banjir menghambat aktivitas warga dan pelajar
Banjir Masih Melanda Sejumlah Daerah di Indonesia
Sejumlah pelajar berjalan di atas tanaman padi yang rusak terendam banjir bandang Sungai Cisarua di Desa Bantarkalong, Kecamatan Warungkiara, Sukabumi, Jawa Barat, Senin (28/11/2016) (ANTARA FOTO/Budiyanto)

VIVA.co.id – Bencana banjir masih terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia hingga penghujung November 2016. Akibatnya, sejumlah aktivitas warga terganggu, bahkan ada ancaman gagal panen untuk lahan pertanian yang terendam.

Di Kota Subulussalam Aceh. Dilaporkan belasan sekolah di 18 desa masih terendam air dengan ketinggian mencapai dua meter. Akibatnya, sekolah terpaksa menunda rencana ujian untuk siswanya. "Ujian kami tunda hingga 5 Desember. Menunggu banjir surut," kata Wali Kota Subulussalam, Meurah Sakti, Selasa, 29 November 2016.

Banjir juga menimpa sejumlah wilayah di Provinsi Jambi. Setidaknya, ratusan rumah warga sudah mulai terkepung banjir. Penyebabnya Sungai Batanghari tidak mampu menampung volume air. "Kami sudah imbau warga untuk mengungsi. Posko pengungsian sudah disiapkan. Jangan tunggu banjir meningkat," kata Camat Danau Sipin Kota Jambi, Raden Jufri.

Gagal panen

Kondisi serupa juga menimpa Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Luapan banjir di daerah ini bahkan mengancam 234 hektare lahwan persawahan di tujuh kecamatan. Ancaman gagal panen pun menghantui petani.

Menurut Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Bandung Tisna Umaran, jika banjir bertahan sampai sepekan di daerah itu maka bisa dipastikan ancaman gagal panen akan terjadi. "Kalau terendam sehari dua hari enggak, tapi kalau seminggu, baru mati," kata Tisna.

Sejauh ini, belum ada rincian total kerugian akibat banjir setinggi 70 sentimeter yang merendam ratusan hektare areal persawahan tersebut. Namun merujuk ke pengalaman tahun lalu, setidaknya akan ada Rp6,5 juta per hektare milik petani yang akan hilang jika banjir bertahan lebih dari sepekan.

M Roni/Bayu Alfarizi

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP