TUTUP
TUTUP
NASIONAL

Kejadian Lucu Jusuf Kalla Salah Sebut Muslimat NU

Berkali-kali Jusuf Kalla meminta maaf.
Kejadian Lucu Jusuf Kalla Salah Sebut Muslimat NU
Wakil Presiden Jusuf Kalla menutup Kongres XVII Muslimat NU  (M Nadlir)

VIVA.co.id – Menteri Sosial Republik Indonesia, Khofifah Indar Parawansa, terpilih kembali secara aklamasi sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) periode 2016-2021. Atas pencapaian tersebut, Wakil Presiden Jusuf Kalla mengucapkan selamat kepada Khofifah. 

Khofifah pun diharapkan dapat melanjutkan program-program Muslimat NU agar terus bisa berkontribusi kepada bangsa dan negara. "Selamat Ibu Khofifah menjadi Ketua Umum Muslimat NU. Semoga bisa melanjutkan upayanya," kata JK dalam pidatonya ketika menutup kongres Muslimat NU ke XVII, di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Sabtu 26 November 2016.

JK menyebut, terpilihnya Khofifah itu tak lain dan tak bukan karena memang begitu dicintainya sosok perempuan yang juga menjabat sebagai Menteri Sosial itu. "Karena dipilih aklamasi, berarti beliau begitu dicintai anggotanya, sebab berhasil memimpin organisasi ini," ujar JK.

Dalam kesempatan tersebut, JK juga sempat salah menyebut organisasi sayap NU khusus perempuan itu sebagai organisasi Aisyiyah. Padahal, organisasi Muslimat NU dengan Aisyiyah jelas berbeda. Aisyiyah adalah organisasi sayap perempuan dari Muhammadiyah.

"Maaf, ini kesalahan yang ketiga kali. Saya minta maaf. Saya jaga biar tidak salah, eh salah juga," ungkap JK yang disambut gemuruh suara teriakan ibu-ibu peserta kongres Muslimat NU.

JK sebelumnya diketahui pernah juga dua kali salah berucap hal yang serupa. Hal itu tak lain karena kedekatannya dengan organisasi perempuan Muhammadiyah itu. "Saya kadang malu, dua kali pertemuan dua organisasi perempuan Islam, saya selalu sebut ibu-ibu pengurus Aisyiyah. Kemarin saya tulis di kertas Muslimat NU, pidato lagi Aisyiyah saya sebut, diteriaki lagi," kata JK.

Sementara itu, Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Ma'ruf Amin, mengapresiasi suksesnya gelaran Muslimat NU XVII itu. Tak lupa dia menyampaikan selamat kepada Khofifah karena terpilih lagi memimpin Muslimat NU.

"Ada aturan di badan otonomi NU, seseorang hanya boleh menjabat dua periode kepemimpinan saja. Tapi karena desakan dan kompaknya Muslimat NU, dari seluruh cabang dan wilayah yang ada, terpaksa NU menerima, tidak bisa tidak. Ini hukum pengecualian," ujar Ma'ruf.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu juga menyebut bahwa Muslimat NU adalah badan otonomi NU yang paling tua, paling banyak anggotanya dan paling banyak amal sosialnya. Bahkan, Ma'ruf berkelakar bahwa Muslimat NU memiliki pengaruh yang sangat kuat kepada organisasi induknya yakni NU.

"Kenapa begitu? Karena banyak pengurus Muslimat NU jadi istri pengurus NU. Suami kalau dipengaruhi istri pasti lurus. Makanya jangan main-main dengan Muslimat NU," kata Ma'ruf disambut tawa peserta kongres.

Diketahui, kongres bertajuk "Dengan Semangat Islam Nusantara Kita Wujudkan Indonesia Damai" itu sendiri telah digelar sejak 23 November 2016 kemarin, dan akan berakhir pada esok hari, Minggu 27 November 2016.

Kongres XVII itu juga dibuka oleh Presiden Joko Widodo pada 24 November kemarin. Sedangkan, penutupan kongres tersebut ditutup oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla hari ini.

Muslimat NU merupakan salah satu sayap organisasi NU khusus perempuan. Lahir pada 29 Maret 1946, Muslimat NU bertujuan mengangkat harkat dan martabat perempuan Indonesia melalui bidang ekonomi, kesehatan, pendidikan, dakwah, dan sosial.

Muslimat NU tersebar di 34 provinsi di Indonesia dan tercatat memiliki 554 cabang di tingkat kabupaten/kota serta 5.222 anak cabang di tingkat kecamatan. Adapun di tingkat desa atau kelurahan, Muslimat NU memiliki lebih dari 36.000 kepengurusan ranting.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP