TUTUP
TUTUP
MINIMIZE
CLOSE
NASIONAL

Wiranto: Cegah Penculikan WNI dengan Memberantas Penculik

"Ini masalahnya kan, masih eksis lah, penculik-penculik itu."
Wiranto: Cegah Penculikan WNI dengan Memberantas Penculik
Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan, Wiranto. (VIVA.co.id/ Moh. Nadlir)

VIVA.co.id – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto, berpandangan, satu-satunya hal yang harus dilakukan supaya penculikan Warga Negara Indonesia (WNI) tidak terjadi lagi adalah dengan meniadakan penculik itu.

WNI korban penculikan terjadi saat tengah berada di perairan Indonesia atau perairan negara tetangga, di antaranya oleh perompak atau kelompok teroris seperti Abu Sayyaf dari Filipina.

Wiranto menyatakan hal tersebut terkait terus berulangnya kejadian penculikan WNI. Pekan lalu, dua WNI yang merupakan awak kapal pencari ikan Malaysia diculik di perairan Sabah, Malaysia, yang merupakan perairan perbatasan Malaysia-Filipina. Hingga saat ini, belum diketahui identitas kelompok penculik.

"Ini masalahnya kan, masih eksis lah, penculik-penculik itu. Kalau kita ingin menetralisir, ya sumbernya itu. Para penculik-penculiknya itu, memang harus dihabiskan," ujar Wiranto di kantor Kemenkopolhukam, Jakarta, Kamis, 24 November 2016.

Meski demikian, Wiranto mengatakan, meniadakan kelompok penculik yang merupakan komplotan perompak atau teroris adalah kewenangan pemerintah di mana mereka berasal. Pemerintah Indonesia, menurut Wiranto, telah menyatakan bersedia membantu jika militer negara tersebut memiliki niat meniadakan mereka.

"Kita memang sudah bersedia untuk membantu sepenuhnya operasi pembersihan dari sumber-sumber aktivitas penculikan itu," ujar Wiranto.

Wiranto mengatakan, pemerintah Indonesia telah melaksanakan sejumlah langkah untuk mencegah penculikan berulang. Misalnya, mempersenjatai nelayan yang kerap berlayar di wilayah perairan rawan.

Namun, Wiranto mengatakan, hal tersebut bukan jaminan penculikan tak lagi terjadi. Penculikan pekan lalu saja, bukan terjadi di perairan Indonesia, namun Malaysia.

"Penculikannya terjadi di Malaysia. Tidak ada pengamanan kalau di sana," ujar Wiranto.

Menurut Wiranto, pemerintah terus menjalankan kerja sama trilateral yang telah dijalin dengan Malaysia dan Filipina. Pemerintah, tentu tak ingin rakyatnya terus menerus diculik oleh kelompok yang mengharapkan tebusan.

"Kita mencari sekarang, cara baru supaya bagaimana pun rakyat, kegiatan di mana pun, di ketiga negara ini, Malaysia, Indonesia, Filipina, tetap aman," ujar Wiranto.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP