TUTUP
TUTUP
NASIONAL

Tangani Kasus Pencabulan Ayah-Anak, Polisi Dinilai Lamban

Polisi masih konvensional dalam menangani kasus kekerasan seksual anak
Tangani Kasus Pencabulan Ayah-Anak, Polisi Dinilai Lamban
Seruan Indonesia Melawan Kekerasan Seksual (VIVA.co.id/Muhamad Solihin)

VIVA.co.id – Komnas Perlindungan Anak mendesak Kepolisian kembali menindaklanjuti kasus kekerasan seksual yang dilakukan pelaku di bawah umur dan ayah sang pelaku di Kapuas, Kalimantan Tengah.

Kasus kekerasan seksual tersebut dinilai merupakan kasus kejahatan luar biasa dan seharusnya tak perlu menunggu dua alat bukti apalagi si korban kemudian tertular penyakit.

"Penegakan hukum dua alat bukti sulit dubuktikan kepada anak 4 tahun. Kalau orang dewasa masih bisa melihat, tapi kalau anak 4 tahun bagaimana dia menyatakan ada yang melihat," kata Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait kepada tvOne, Rabu 23 November 2016.

Kekerasan seksual maupun pelecehan kata dia selalu terjadi tersembunyi sebagaimana yang dialami bocah B di Kapuas tersebut yang mengalaminya pada usia 4 tahun. B diketahui mengalami sakit pada bagian alat kelaminnya dan setelah diperiksa, diketahui mengidap penyakit menular seksual berjenis GO. Diketahui belakangan bahwa B mengalami kekerasan seksual oleh temannya yang saat itu baru berusia 10 tahun dan oleh ayah temannya tersebut. Pelaku anak juga diketahui dilecehkan oleh sang ayah.

"Maka yang diharapkan Komnas, dalam kasus kekerasan seksual akan ada penanganan khusus dan luar biasa," kata Arist menambahkan.

Sementara R, ibu korban berharap polisi kembali menindaklanjuti kasus ini. Dia mengaku anaknya hingga saat ini masih takut saat bertemu ayah pelaku yang juga adalah pelaku karena si pelaku belum diberikan hukuman yang layak.

"Kenal, tetangga sebelah rumah. Jadi anak saya (dahulu) sering bermain. Anak saya sampai sekarang ketakutan kemarin ketemu di pasar juga ketakutan," kata R sambil menangis.

Hal itu kata dia sebelumnya sudah dilaporkan ke Kepolisian.

(mus)

 

 

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP