TUTUP
TUTUP
NASIONAL

Tersandung Status Facebook, Pria Bali Ajukan Praperadilan

Seorang pria di Bali jadi tersangka gara-gara status facebooknya
Tersandung Status Facebook, Pria Bali Ajukan Praperadilan
Gubernur Bali, I Made Mangku Pastika. (VIVA.co.id/ Bobby Andalan)

VIVA.co.id – Made Sudira alias Aridus menggugat Polda Bali atas penetapan tersangka soal statusnya di Facebook yang ditujukan kepada Gubernur Bali, Made Mangku Pastika.

Dalam pernyataannya yang disampaikan  salah satu pendamping Aridus yakni Valerian Libert Wangge, Senin, 21 November 2016, sidang gugatan praperadilan akan fokus pada uji keabsahan penerapan hukum acara yang dilakukan termohon Polda Bali hingga ditetapkannya Aridus sebagai tersangka.

"Sidang akan digelar selama tujuh hari dan agenda hari ini adalah pembacaan permohonan praperadilan dari kami," kata pria yang karib disapa Faris itu.

Karena itu Faris pun berharap agar proses persidangan nanti dapat berlangsung dengan baik, saling menghormati antar para pihak, serta dapat menjadi ruang edukasi bagi publik.

Menurutnya, praperadilan merupakan “karya agung” yang mengutamakan penghormatan terhadap hak azasi, sehingga ini proses yang wajar dan wajib untuk diapresiasi.

Ada beberapa alasan gugatan praperadilan diajukan. Pertama, permohonan praperadilan ini diajukan atas tidak sahnya penetapan tersangka berdasarkan atas ketentuan-ketentuan yang diatur dalam UU Nomor 8 Tahun 1981 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), Bab X, pasal 77 sampai dengan pasal 83  juncto putusan Mahkamah Konstitusi Nomor: 21/PUU-XII/2014 tanggal 28 April 2014.

Ia menjelaskan, kliennya awalnya hanya disangka mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik atas pelanggaran pasal dalam UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

"Tetapi tiba tiba saja ditambah, bahwa klien kami disangkakan telah dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras dan antar golongan (SARA)," kata Faris.

Karena itu, ia berharap majelis hakim tunggal dapat mengabulkan gugatan praperadilan mereka dan status tersangka terhadap Aridus dapat dicabut.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP