TUTUP
TUTUP
NASIONAL

Duet BNN-Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 100 Kg Sabu

Narkotik disamarkan sebagai barang impor berupa furnitur.
Duet BNN-Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 100 Kg Sabu
Bea Cukai dan BNN bongkar penyelundupan sabu (VIVA.co.id/ Anwar Sadat)

VIVA.co.id – Direktorat Jenderal Bea Cukai bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional menggagalkan upaya peredaran sabu dan pil Happy Five milik sindikat narkotika internasional asal Taiwan. Dalam pengungkapan itu, petugas menyita 100,615 kilogram dan 300.250 butir pil H5.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, penggerebekan tersebut bermula dari informasi BNN bahwa ada impor narkotik. Barang itu kemungkinan disamarkan sebagai barang impor, berupa furnitur jenis sofa dari Taiwan ke Indonesia, melalui pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. 

Atas informasi tersebut, kata Ani, sapaan Sri Mulyani, bea cukai melakukan analisis atas importasi barang, dengan target barang sesuai data yang diterima dari BNN. 

"Berdasarkan pemeriksaan fisik, pelacakan menggunakan unit anjing pelacak (K-9) dan pemeriksaan secara mendalam dengan cara pembongkaran barang, ditemukan barang yang disembunyikan dalam sofa yang diindikasikan sebagai narkoba," ujar Ani, di Kantor BNN Cawang, Jakarta Timur, Jumat, 18 November 2016.

Barang yang ditemukan tersebut kemudian diuji menggunakan narcotest. Hasilnya barang tersebut positif methamphetamine (sabu) dan Happy Five. "Koordinasi bea cukai dan BNN kemudian berlanjut dengan dilakukan controlled delivery kepada pemilik barang," ujar Ani. 

Proses controlled delivery dimulai dengan melakukan pengawasan pengeluaran suspect barang impor dari kawasan pabean. Kemudian, barang dibongkar di salah satu gudang di pergudangan Baja di Muara Baru, Jakarta Utara. 

Bea Cukai dan BNN terus memantau pergerakan barang. Akhirnya barang impor tersebut dikeluarkan dari gudang di Muara Baru menuju gudang di kawasan Kosambi, Dadap, Tangerang. 

Petugas lantas melakukan penggerebekan di gudang tersebut. Dalam penggerebekan, petugas juga mengamankan HCHL dan YJ, yang berkewarganegaraan Taiwan, dan satu warga negara Indonesia (WNI) bernama ZA.

Untuk tindak lanjut kasus, kata Sri, barang bukti dan tersangka diserahkan kepada BNN untuk diproses lebih lanjut. "Atas terbongkarnya penyelundupan ini, Bea Cukai dan BNN berhasil menyelamatkan sekitar 900.000 jiwa generasi muda Indonesia," ujarnya. (ase)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP