TUTUP
TUTUP
NASIONAL

Gara-gara Jakarta, 100 Pilkada Terlupakan

Perhatian publik tertuju pada hiruk pikuk Pilkada DKI Jakarta
Gara-gara Jakarta, 100 Pilkada Terlupakan
Ilustrasi/Penyelenggaraan Pilkada serentak di Indonesia. (VIVA.co.id/ANTARA FOTO)

VIVA.co.id – Koordinator Nasional Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR), Masykurudin Hafidz, mengatakan bahwa tak dapat dipungkiri, perhatian publik terkait hiruk pikuk pelaksanaan Pilkada Serentak 2017 terkonsentrasi ke Jakarta.

Konsentrasi itu imbas kasus yang menjerat salah satu peserta Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah (Pilkada) 2017, yakni calon gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Mantan Bupati Belitung Timur itu ditetapkan sebagai tersangka oleh Badan Reserse Kriminal Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia, atas dugaan penistaan agama, karena menyitir surat Al-Maidah ayat 51.

"Perbedaan pandangan keagamaan menjadi perbincangan secara luas dengan mengambil Jakarta sebagai topik pembahasannya. Hal inilah yang pada akhirnya menghilangkan karakter dari masing-masing daerah Pilkada," kata Masykurudin kepada VIVA.co.id, Kamis 17 November 2016.

Karena Jakarta, menurut Masykurudin, 100 daerah yang akan menggelar pilkada menjadi tenggelam. Bahkan, seakan terlupakan, padahal sama pentingnya.

"Jadi dengan kejelasan status Ahok sebagai tersangka, setidaknya pembedaan antara proses penegakan hukum dengan pencalonan pilkada dapat didudukkan kembali," kata dia.

Menurut Masykurudin, penegakan hukum dan pencalonan pilkada dapat berjalan dengan baik sesuai dengan prosedur yang berlaku. Pemanfaatan masa kampanye bisa digunakan sebaik-baiknya dengan tetap mengawal proses hukum yang ada dan menghormati hasilnya.

"Jadi mari kembalikan pilkada kepada sejatinya pilkada. Sebagai wahana evaluatif terhadap kebijakan sebelumnya dan adu gagasan perbaikan daerah ke depan. Mengembalikan pilkada sebagai sarana bagi pasangan calon untuk membincangkan rencana perbaikan tata kelola daerah dengan mendasarkan pada persoalan masing-masing," ujar Masykurudin.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP