TUTUP
TUTUP
NASIONAL

Kejagung Belum Terima Surat Penyidikan Ahok dari Polri

Padahal, Bareskrim Polri sudah menetapkan Ahok sebagai tersangka.
Kejagung Belum Terima Surat Penyidikan Ahok dari Polri
Gedung Kejaksaan Agung. (VIVAnews/Maryadi)

VIVA.co.id - Kejaksaan Agung hingga kini belum menerima Surat Perintah Dimulainya Penyidikan, atau SPDP kasus penistaan agama oleh Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahja Purnama. Meskipun Badan Reserse Kriminal Polri sudah menetapkan pria yang akrab disapa Ahok itu sebagai tersangka.

"SPDP belum kami terima (dari Polri)," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Muhammad Rum, melalui pesan singkat, Rabu 16 November 2016.

Menurut Rum, jika SPDP sudah diterima oleh Kejagung, berkas perkara akan diteliti apakah memenuhi adanya unsur formil maupun materil dalam perkara kasus dugaan penistaan agama.

Sebelumnya diberitakan, setelah melakukan gelar perkara terbuka, Kepolisian akhirnya menetapkan Ahok sebagai tersangka penistaan agama Islam, khususnya Surat Al Maidah ayat 51. Para penyidik berkeyakinan, perkara itu harus dilakukan di peradilan yang terbuka.

Ahok dijerat dan disangka dengan Pasal 156a KUHP juncto Pasal 28 ayat 2 Undang-undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Ia terancam hukuman maksimal lima tahun penjara dan denda paling banyak Rp1 miliar. Kepolisian, kini resmi mencegah Ahok berpergian ke luar negeri. (asp)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP