TUTUP
TUTUP
MINIMIZE
CLOSE
NASIONAL

Wapres JK: Orang Sering Salah Mengukur Kinerja KPK

"Semakin banyak dihukum, semakin tidak berhasil KPK."
Wapres JK: Orang Sering Salah Mengukur Kinerja KPK
Wakil Presiden Jusuf Kalla. (VIVA.co.id/ Agus Rahmat.)

VIVA.co.id – Wakil Presiden Jusuf Kalla mendukung semua program pemberantasan dan pencegahan korupsi, yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi.

Menurut JK, persepsi masyarakat kurang tepat bila menganggap pimpinan KPK yang baru kurang bertaji, karena hanya menangkap sedikit koruptor.

"Sering saya katakan, sering orang salah mengukur apa tindakan KPK. Banyak, LSM mengatakan wah KPK sekarang kurang. Hanya tahun ini menghukum sekian, sehingga mengatakan KPK gagal karena kurang menghukum orang," kata JK di kawasan Sudirman, Jakarta, Rabu, 16 November 2016.

Menurut politikus senior partai Golkar ini, persepsi itu tidak tepat, apalagi KPK jika melihat kinerja lembaga itu dalam 12 tahun terakhir. 

"Justru semakin banyak dihukum, semakin tidak berhasil KPK. Hanya orang tidak takut. Jadi kalau semakin berkurang ditangkap sebenarnya itu keberhasilan. Coba pikir, akhirnya orang takut korupsi," ujarnya menjelaskan.

Atas dasar itu, JK meminta semua pihak melihat pemberantasan korupsi secara menyeluruh dan tidak hanya mengacu pada berapa banyak penangkapan yang dilakukan oleh KPK. Menurutnya proses terjadinya korupsi tersebut tidak pernah melibatkan hanya satu pihak saja,

"Kita lihat kenyataannya hampir semua tindakan korupsi selalu berpasangan. Terakhir ketua DPD ditangkap bersamaan dengan pengusaha contohnya," ujar JK.

Wakil Presiden juga ikut bangga dengan pencapaian KPK, karena upaya pemberantasan korupsi kian ditingkatkan dan mendapatkan hasil signifikan.

"Boleh cari negara lain kalau ada yang sama dengan kita. Dalam lebih 10 tahun ada sekitar 9 menteri dan mantan menteri masuk penjara. Ada 19 gubernur dari Aceh sampai Papua, ada kira-kira 46 anggota DPR, ada 3 ketua partai politik. Hampir semua pimpinan lembaga tinggi juga masuk penjara. Jadi kalau ada negara lain yang mempertanyakan apa langkah Indonesia memberantas korupsi, kasih aja data itu," katanya.

(mus)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP