TUTUP
TUTUP
NASIONAL

Intan Olivia Marbun: Mama, Aku Cantik Kan?

Gadis kecil itu tewas terkena bom molotov yang dilempar teroris.
Intan Olivia Marbun: Mama, Aku Cantik Kan?
Ilustrasi/Anak korban ledakan bom (VIVA.co.id/http://www.dw.de)

VIVA.co.id – "Mama..aku cantik kan? ujar Intan sembari menari kecil di hadapan Diana. Wajah manis dan imut itu begitu semringah di Minggu pagi, 13 November 2016.

Kenangan itu membekas dalam benak Diana Susan Sinaga. Siapa sangka, Minggu nan cerah itu justru menjadi hari terakhirnya melihat sang buah hati.

Tarian lucu dan ucapan terakhir itu terngiang-ngiang terus di kepala Diana. Namun apa daya, Tuhan berkehendak lain. Intan Olivia Marbun, buah hatinya yang baru menginjak usia 2,5 tahun akhirnya meninggalkan Diana selamanya.

Ledakan bom di Gereja Oikumene yang menyasar ke empat anak-anak di depan gereja, menghancurkan segalanya. (Baca: Catat, Sudah 6 Teror Bom Terjadi Selama November 2016)

Aksi teror bom di Samarinda.

FOTO: Tim Gegana Polda Kalimantan Timur melakukan penyisiran di lokasi ledakan bom di Gereja Oikumene Samarinda, Minggu (13/11/2016)

 

Kini, perempuan berusia 32 tahun itu seperti luruh tak berdaya. Air mata menggenang di kedua bola matanya. Suaranya pun parau akibat tangisan yang tak kuasa dibendungnya.

"Mama..aku cantik kan?" kata itu kembali diucapkan Diana di bawah guyuran hujan di Desa Putak Kecamatan Loa Janan Ulu Kabupaten Kutai Kertanegara, pada Selasa, 15 November 2016, atau sehari usai Intan bertahan belasan jam menahan sakit di RS AW Syahranie Samarinda seperti dilansir tribratanews.

Sehari lalu, dokter menyebut, kondisi Intan Olivia memang memprihatinkan. Tubuhnya terbakar hebat hingga 80 persen. Paru-parunya membengkak dipenuhi asap kotor akibat ledakan.

Bom itu memang membawa malapetaka. Tiga teman Intan Olivia di Gereja Oikumene tempat mereka beribadah ikut menjadi korban. Namun memang Tuhan menghendaki Intan Olivia lebih dahulu.

Kondisi Gereja Oikumene Samarinda usai terkena lemparan bom jenis Molotov, Minggu (13/11/2016). Empat orang anak-anak menjadi korban kejadian ini.

FOTO: Kondisi Gereja Oikumene Samarinda usai terkena lemparan bom, Minggu (13/11/2016)

Bocah berparas cantik ini pun tak mampu lagi bertahan. Senin pagi, 14 November, ia pun mengembuskan nafas terakhirnya di hadapan Diana dan sang suami Anggiat Banjarnahom.

Hujan deras pun mengguyur tanah makam di Desa Putak. Usai berdoa dan peti makam tertutup tanah. "Sebelum ke gereja anakku sempat menari kecil di depanku dan sambil berkata, Mama aku cantik kan? dan saat di gereja, dia minta ingin bermain di luar bersama teman-temannya," ujar Diana dengan air mata yang tak hentinya jatuh.

 

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP