TUTUP
TUTUP
NASIONAL

Sarlito Berencana ke Singapura sebelum Wafat

Dia akan riset tentang terorisme dan deradikalisasi.
Sarlito Berencana ke Singapura sebelum Wafat
Sarlito Wirawan Sarwono, guru besar psikologi pada Universitas Indonesia. (VIVA.co.id/ Bayu Nugraha)

VIVA.co.id - Prof Dr Sarlito Wirawan Sarwono, guru besar psikologi pada Universitas Indonesia, wafat pada Senin malam, 14 November 2016. Dia mengembuskan napas terakhir pada pukul 22.18 WIB setelah dirawat di Rumah Sakit PGI Cikini, Jakarta.

Keluarga besar Sarlito terlihat berkumpul di ruang ICU pada Rumah Sakit PGI Cikini pada Selasa dini hari. Jenazahnya akan disemayamkan di rumah duka di Kompleks UI, Ciputat, Tangerang, Banten.

Orchida, menantu Sarlito, mengatakan bahwa mertuanya sebelumnya didiagnosis mengalami pendarahan pada bagian ususnya. Almarhum berencana ke Singapura untuk riset tentang terorisme.

"Tadinya mau ke Singapura karena ada riset terorisme dan deradikalisasi. Tapi diturunin petugas dari pesawat karena pucat dan jatuh-jatuh terus," ujar Orchida saat ditemui di Rumah Sakit PGI Cikini.

Sarlito langsung dilarikan ke Rumah Sakit Siloam Asri, Duren III, Mampang, Jakarta Selatan. Setelah dirawat selama lima hari di rumah sakit itu, Sarlito dirujuk ke Rumah Sakit PGI Cikini, Jakarta Pusat, pada Minggu, 13 November 2016.

"Baru kemarin (pendarahan usus) Selasa 8 November. Sampai hari kemarin, Minggu, itu baru dibawa ke RS Cikini. Dukanya malam ini," ujar Orchida. (Baca: Guru Besar Psikologi UI Sarlito Wafat)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP