TUTUP
TUTUP
MINIMIZE
CLOSE
NASIONAL

Jelajah 3ENDS, Mama Yo Menjawab di Negeri Laskar Pelangi

Yohana Yembise berdialog dengan warga di tiga desa.
Jelajah 3ENDS, Mama Yo Menjawab di Negeri Laskar Pelangi
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise (VIVA.co.id/ Ridho Permana)

VIVA.co.id – Usai memberikan materi dalam seminar 3ENDS di Hotel Grand Hatika Belitung, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise melanjutkan dialog bersama warga di tiga desa. Ketiga desa tersebut yaitu, Air Saga, Air Merbau dan Lesung Batang. Bersama warga, Mama Yo, panggilan akrab Yohana menjawab.

Salah seorang siswa di Air Saga, Isyana bertanya bagaimana cara menyikapi sikap teman-teman di sekolah yang sering mem-bully. Di Desa Air Merbau, Mega, orang tua siswa mengaku sulit mengontrol anaknya dalam menggunakan gadget. Ia bertanya bagaimana caranya membatasi anak bermain HP.

“Kami kesulitan mengawasi anak-anak bermain HP dan warnet. Bagaimana cara membatasi mereka agar bisa belajar,” ucapnya, Jumat 11 November 2016.

Mama Yo menjawab, bahwa bully itu tidak boleh ada di sekolah dan tidak boleh terjadi di dalam kelas. “Karena bully bukan budaya kita Indonesia. Bangsa kita dikenal dengan orang yang ramah, saling membantu sesama. Begitu juga dengan kekerasan, anak tidak boleh mengalami kekerasan, tidak boleh ada yang memukul. Baik disekolah maupun di rumah. Kekerasan fisik dan psikis tidak diperbolehkan,” tegasnya.

Selain itu, Mama Yo menjelaskan bahwa menelantarkan anak juga tidak diperbolehkan. “Saya melihat sebenarnya faktor kekerasan terhadap perempuan dan anak itu imbas dari faktor ekonomi. Setelah saya berkeliling Indonesia dan melihat banyak persoalan ekonomi yang berujung pada kekerasan dan perceraian,” ungkapnya.

“Sering kita melihat anak-anak di suruh jualan oleh seseorang yang ingin mendapatkan keuntungan, namun ia tidak memperoleh pendidikan. seyogyanya mendapatkan pendidikan yang layak,” tegasnya.

Terkait pembatasan anak bermain HP Mama Yo menilai ada penyesuaian terhadap umur anak. “Sesuaikan dengan keadaan anak-anak (umur). Jika mereka diberikan keleluasaan untuk mengakses tontonan yang tidak baik, maka mereka bisa melakukan dan mendapatkan kekerasan, baik fisik maupun psikis. Karena itu anak harus didampingi,” katanya.

Mama Yo mencontohkan orang tua bisa membawa anak ke taman sekitar, hal ini berguna untuk mengalihkan perhatian anak dari HP. “Ajak anak bermain di taman, alihkan perhatian mereka dari HP. Begitu juga agar mereka terhindar dari narkoba, rokok dan minuman keras,” katanya. (webtorial)
 

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP