TUTUP
TUTUP
NASIONAL

Ternyata, Saat Aksi 411 Jokowi Ingin Salat di Istiqlal

Disarankan Kapolri, Panglima dan Kepala BIN untuk tidak ke Istiqlal.
Ternyata, Saat Aksi 411 Jokowi Ingin Salat di Istiqlal
Presiden Jokowi saat menggelar konferensi pers terkait demo 4 November 2016. ( ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

VIVA.co.id – Banyak pihak bertanya-tanya, kenapa Presiden Joko Widodo harus menghindari aksi ratusan ribu umat Islam pada Jumat, 4 November (411) lalu.

Ternyata, pada hari itu Presiden Jokowi memang meminta untuk bisa ikut dan berada di tengah-tengah massa aksi, saat salat Jumat di Masjid Istiqlal.

"Bahkan hari Jumat kemarin itu beliau malah ingin dekat dengan rakyatnya. Ingin ikut salat Jumat di Istiqlal Minggu lalu," ujar Juru Bicara Presiden, Johan Budi Sapto Pribowo, Jumat, 11 November 2016.

Keinginan Presiden itu, tidak sejalan dengan analisis keamanan kepala negara. Dari sisi keamanan dianggap tidak membolehkan, sehingga keinginan salat Jumat di Istiqlal bersama ribuan massa, tidak terlaksana.

"Artinya saya bukannya tidak mau itu, tetapi aturan protokoler, aturan keamanan. Posisinya kan Presiden simbol negara. Sehingga disarankan oleh pembantu-pembantu beliau, Kapolri, Panglima, BIN dan menteri-menteri terkait untuk tidak ke sana. Demi keamanan dari Presiden sendiri," jelas Johan.

Dari sisi protokoler kenegaraan dikaji. Hasilnya sama, Presiden tidak diperbolehkan ikut ke Istiqlal.

Maka akhirnya diputuskan, Presiden tetap melakukan kunjungannya ke Bandara Soekarno-Hatta, seperti yang sudah dijadwalkan.

"Ini kan simbol negara yang punya aturan protokoler juga, tadi disebutkan begitu. Artinya Jumat itu Presiden ingin dekat dengan masyarakat," kata Johan.

Oleh sebab itu, ia membantah Presiden menyepelekan masyarakat yang berdemo, karena tidak menerima langsung mereka di Istana saat itu. Sebab, pada pagi harinya, kata Johan, masih sempat menerima sejumlah menteri seperti Mensesneg dan Seskab.

"Pagi masih menerima, itu bukan mengecilkan arti unjuk rasa, bukan. Meski ada hal yang ini, pekerjaan kan tetep harus dilakukan," kata Johan.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP