TUTUP
TUTUP
NASIONAL

Di ILC, Kapolri Beber Bukti-bukti Penyerangan Pendemo

Dari polisi ada yang gegar otak.
Di ILC, Kapolri Beber Bukti-bukti Penyerangan Pendemo
Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Jenderal Polisi Tito Karnavian. (REUTERS/Tom Heneghan)

VIVA.co.id - Kapolri Jenderal Tito Karnavian membeberkan bukti-bukti penyerangan para pendemo 4 November di acara Indonesia Lawyers Club (ILC), Selasa, 8 November 2016, malam. Setelah salat waktu isya, sejumlah pendemo memang terlibat kericuhan dengan aparat keamanan.

"Terjadi pelemparan, anggota bertahan. Massa mendesak mereka menggunakan yang dari tongkat, ujungnya diruncingkan, disodokkan ke anggota, sehingga anggota kita ada yang terluka. Ada panah kecil, ketapel, kena anggota. Kita semua punya buktinya," kata Tito.

Selain panah, lanjut Tito, juga ada patahan-patahan pagar yang dipertajam. Akibat aksi itu, lanjut dia, anggota mereka banyak yang terluka.

"Ada 18 orang yang terkena, otomatis karena massa maju terus, (para anggota) bertahan," ujar dia.

Menurut Tito, undang-undang UU menyatakan massa demonstran tidak boleh melewati 100 meter pagar Istana. Oleh karena itu mereka menghentikan pendemo di jarak yang berada di luar batas aturan tersebut.

"Peristiwa terjadi di dalam, sekitar 10 meter. Kami bentuk barikade, konblok dilempari, anggota jatuh diinjak. Ada yang gegar otak itu diinjak-injak," kata Tito.

Lalu, dalam rangka bertahan, para anggota itu menyemprotkan water canan dan melemparkan gas air mata. Baru massa mau mundur, terlibat aksi dorong tarik, kemudian mereka membakar kendaraan.

"Ada 20 kendaraan, Polri maupun TNI. Bapak Panglima dan kami yang ada di depan memerintahkan agar seluruh tembakan-tembakan gas air mata agar dihentikan, agar mundur. Berhenti sebentar massa maju, dan kemudian ditembakkan lagi," tutur dia.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP