TUTUP
TUTUP
NASIONAL

Bareskrim Buka Kemungkinan Gelar Perkara Terbuka Terbatas

Masih akan dibahas kembali.
Bareskrim Buka Kemungkinan Gelar Perkara Terbuka Terbatas
Kepala Bareskrim Polri, Komjen Pol. Ari Dono Sukmanto (VIVA.co.id/Irwandi Arsyad)

VIVA.co.id – Kepala Badan Reserse Kriminal Komjen Pol Ari Dono Sukmanto menegaskan, masih membahas apakah gelar perkara penyelidikan terhadap kasus dugaan penistaan agama akan dilakukan secara terbuka, atau tertutup.

Sebelumnya, kasus dugaan penistaan agama ini dilaporkan sejumlah elemen masyarakat terhadap Basuki Tjahaja Purnama, atau Ahok, terkait pernyataannya yang mengutip Surat Al-Maidah Ayat 51 dan dianggap melecehkan agama.

Ari menambahkan, meski tak diatur dalam Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), gelar perkara ini merupakan prosedur internal dalam proses penyelidikan dan penyidikan.

"Ya, ini kan masih kita bahas lagi. Karena kan, memang aturannya, tegasnya hanya intermal. Nah, terbukanya mungkin saja kita mengundang pihak-pihak," kata Ari Dono di Kantor Bareskrim, Gedung KKP, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta, Selasa 8 November 2016.

Menurut Ari, adanya kemungkinan dilaksanakan gelar perkara secara terbatas adalah dengan mengundang pihak-pihak terkait dengan gelar perkara khusus. Namun, hal itu, ia belum jelaskan secara teknis proses gelar tersebut nantinya.

Sebagaimana diketahui, Presiden Joko Widodo sendiri menginstrusikan, agar gelar perkara kasus penistaan agama ini dilaksanakan secara terbuka.

"Terbuka. Terbuka terbatas mungkin, ya. Karena, ini kan masih kegiatan penyelidikan, bagaimana formulasinya, bentuknya seperti apa, mekanisme seperti apa. Masih kita rumuskan," ujar Ari. (asp)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP