TUTUP
TUTUP
NASIONAL

Polisi Tunggu Pendemo Sambil Minum Kopi di Polda Jatim

Massa Hizbut Tahrir Indonesia akan berunjuk rasa di Surabaya.
Polisi Tunggu Pendemo Sambil Minum Kopi di Polda Jatim
Suasana di Markas Polda Jatim menyambut pendemo yang dikabarkan berjalan dari Masjid Al Akbar Surabaya pada Jumat siang, 4 November 2016. (VIVA.co.id/Nur Faishal)

VIVA.co.id - Demonstrasi besar-besaran di Kota Surabaya, Jawa Timur, pada Jumat, 4 November 2016, belum terasa. Banyak polisi berjaga di dalam dan luar Markas Kepolisian Daerah (Polda) Jatim di Jalan A Yani. Aparat bersiaga tapi masih dalam suasana santai.

Pengamatan VIVA.co.id, sejumlah polisi lalu lintas dan Sabhara berjaga-jaga di sepanjang Jalan A Yani Surabaya, tepatnya di depan Markas Polda Jatim. Bundaran Dolog atau Injoko juga dijaga polisi. Sejumlah polisi, berseragam resmi maupun berpakaian sipil, terlihat berkumpul di froantage road sisi selatan.

Ada juga sejumlah polisi yang berjaga-jaga di sebuah warung sisi selatan Markas Polda Jatim, tepatnya di samping kantor Rumah Sakit Bhayangkara. Mereka tampak menunggu pendemo sambil minum kopi. Sementara di pintu masuk Rumah Sakit Bhayangkara, beberapa pendemo duduk-duduk di trotoar menunggu rekan mereka.

Penjagaan lebih ketat terasa di pintu masuk Markas Polda Jatim. Semua pengendara yang mau masuk diperiksa lebih lama daripada biasanya. Sementara di dalam, personel Sabhara dan Brigade Mobile (Brimob) disiagakan. Beberapa mobil rantis, barracuda, dan water canon, disiagakan di depan Gedung Mahameru.

Kepala Polda Jatim, Inspektur Jenderal Polisi Anton Setiadji mengatakan, bahwa di Surabaya akan ada pendemo dari Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) akan berunjuk rasa siang ini, bersamaan demo besar-besaran di Jakarta. "Mereka bergerak dari Masjid Al Akbar Surabaya setelah salat Jumat," katanya kepada wartawan.

Di Jatim, kata Anton, selain di Surabaya, ada juga aksi demonstrasi dan istigasah di Pamekasan, Madura, dan Malang. Untuk mengawal aksi, Polda mengerahkan total 7.800 personel polisi yang disebar di 38 kota/kabupaten di Jatim. "Kami berharap Jawa Timur kondusif," ujarnya.

Demo besar-besaran dilancarkan sejumlah kelompok dan organisasi Islam pada Jumat, 4 November 2016. Berpusat di Jakarta, pendemo menuntut Kepolisian mengusut tuntas dugaan penistaan agama yang dituduhkan kepada calon gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

(mus)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP