TUTUP
TUTUP
NASIONAL

Puluhan Warga Garut Mengaku Jadi Korban Dimas Kanjeng

Mereka rata-rata setor Rp20 ribu, agar bisa digandakan jadi Rp15 juta.
Puluhan Warga Garut Mengaku Jadi Korban Dimas Kanjeng
Taat Pribadi, Pimpinan Padepokan Dimas Kanjeng di Probolinggo Jawa Timur. Lelaki ini mengaku dirinya bisa menggandakan uang dan kini menjadi tersangka penipuan dan pembunuhan. (VIVA.co.id/Istimewa)

VIVA.co.id – Sebanyak 20 orang warga Kampung Lamping, Desa Cinta Karya, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut Jawa Barat, mengaku sebagai pengikut Dimas Kanjeng Taat Pribadi. Mereka juga mengaku tertipu hingga ratusan juta rupiah, namun sayang para korban menutup diri kepada media karena malu.

Ketua Rukun Warga (RW) setempat, Hasim Sulaeman mengaku 5 diantara para korban itu sudah melapor kepada pihaknya. Penuturan kelima korban, mereka menjadi pengikut Dimas Kanjeng sejak tahun 2014 lalu.

"Selain jadi pengikut mereka juga telah menjadi korban," ujar Hasim, Senin 17 Oktober 2016.

Kendati sudah mulai terbuka, para korban hanya baru mau bercerita kepada Ketua Rukun Tetangga (RT) dan RW setempat. Mereka beralasan belum berani lapor polisi, hingga saat ini belum ada posko pengaduan di Kabupaten Garut.

"Yah, mungkin malu dan masih bingung harus lapor kemana, sehingga baru kepada pengurus RW para korban lapor," ungkap Hasim.

Lanjut Hasim, berdasarkan penuturan yang disampaikan oleh koordinator korban Dimas Kanjeng, Abah Ilyas, para korban tergiur menjadi pengikut Dimas Kanjeng karena iming-iming diminta poto copy Kartu Tanda Penduduk (KTP) dengan membayar uang Rp20 ribu. Mereka juga diming-imingi uang tersebut akan menjadi Rp15 juta setelah melalui serangkaian ritual.

"Namun, entah bagaiman para korban ini rela menyerahkan uang hingga ratusan juta rupiah, bahkan diantaranya hingga bangkrut," pungkasnya.

Sebelumnya, juga diketahui terdapat sejumlah warga Garut yang menjadi pengikut padepokan Dimas Kanjeng di Probolinggo, Jawa Timur. Ada enam pengikut Taat Pribadi yang berasal dari Kampung Karyamukti, Desa Sukalilah, Kecamatan Kersamanah, Garut.

 

(ren)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP