TUTUP
TUTUP
NASIONAL

Kepala Keamanan Nabawi Apresiasi Petugas Haji RI

Petugas haji Indonesia selalu ada di lapangan melayani jemaah.
Kepala Keamanan Nabawi Apresiasi Petugas Haji RI
Kesibukan petugas Sektor Khusus Masjid Nabawi saat melayani jemaah haji. (VIVA.co.id/Arinto)

VIVA.co.id – Masa tugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja Madinah 2016, segera berakhir. Seluruh petugas. saat ini sedang mempersiapkan proses pemulangan beberapa kloter jemaah haji hingga 15 Oktober 2016.

Semua proses pelayanan, pembinaan, dan perlindungan kepada jemaah haji telah berjalan lancar. Termasuk pelayanan dan perlindungan kepada jemaah haji di area Masjid Nabawi.

Selain menempatkan petugas Sektor Khusus Masjid Nabawi, PPIH Daker Madinah juga berkoordinasi dengan petugas keamanan Pemerintah Arab Saudi di Masjid Nabawi.

Koordinasi dan kerja sama yang baik telah berjalan, sehingga proses pelayanan dan perlindungan terhadap jemaah haji juga berjalan lancar. Untuk mengapresiasi kerja sama itu, Kepala Daerah Kerja Madinah, Nasrullah Jasam, berkesempatan bersilaturahmi dengan Kepala Keamanan Masjid Nabawi, Abdurrahman bin Abdullah Al Musyahhan di ruang kerjanya, Kamis 13 Oktober 2016.

Dalam kesempatan itu, Nasrullah didampingi Kepala Sektor Khusus Masjid Nabawi Slamet Budiyono Sabar, Kepala Seksi Perlindungan Jemaah Maskat, dan Kepala Seksi Media Center Haji, Husni Anggoro.

Nasrullah dalam pertemuan itu mengapresiasi kerja sama baik yang terjalin antara petugas haji Indonesia dan keamanan Masjid Nabawi. Selain diberi pos khusus, petugas haji Indonesia mendapat kemudahan menggunakan fasilitas kendaraan untuk mengantar jemaah haji.

"Kami juga sampaikan, jika kuota haji Indonesia kembali normal tahun depan, kami akan meminta bantuan untuk mengantisipasinya," kata Nasrullah.

Terkait permintaan itu, Abdurrahman mengatakan, petugas keamanan Masjid Nabawi selama ini sudah sangat terbantu dengan kehadiran petugas haji Indonesia. Kehadiran petugas PPIH, terutama di Sektor Khusus Masjid Nabawi, membuat petugas keamanan Pemerintah Arab Saudi tidak kerepotan.

Petugas haji di Sektor Khusus, menurut Abdurrahman, terlihat hadir di lapangan dan bekerja melayani jemaah haji. "Ada dua negara yang banyak membantu tugas kami, Indonesia dan Malaysia," ujar Abdurrahman.

Abdurrahman meyakini, jika kuota haji Indonesia kembali normal, pelayanan kepada jemaah haji tidak akan berkurang. Pola kerja sudah terbentuk dan akan berjalan sesuai kondisi di lapangan.

Sementara itu, terkait usulan untuk dibuatkan penunjuk berbahasa Indonesia di area Masjid Nabawi, Abdurrahman juga merespons positif. Sebelumnya, Nasrullah mengusulkan di area Masjid Nabawi agar dibuat petunjuk berbahasa Indonesia untuk menunjukkan lokasi salat perempuan dan laki-laki, serta toilet dan lainnya.  

Pembuatan penunjuk berbahasa Indonesia dinilai penting, karena jemaah haji Indonesia merupakan yang terbanyak. Selain itu, menurut Nasrullah, pembuatan petunjuk berbahasa Indonesia juga akan membantu jemaah lain dari Malaysia, Brunei, dan sebagian warga Thailand.

"Memang sudah ada dalam bahasa Indonesia, seperti di area raudhah dan pemakaman Baqi, tapi belum di beberapa area masjid," kata Nasrullah.

Nasrullah dalam pertemuan itu juga mengusulkan peningkatan penyuluhan agama untuk jemaah perempuan. Selama ini, yang sudah terlihat adalah penyuluhan agama berbahasa Indonesia untuk jemaah pria.

"Kami akan cek, apakah untuk jemaah perempuan juga sudah ada," tuturnya.

Untuk itu pun, Abdurrahman akan memfasilitasi petugas haji Indonesia dan menyarankan bertemu langsung dengan penanggung jawab penyuluhan agama di Masjid Nabawi. (asp)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP