TUTUP
TUTUP
NASIONAL

Kenapa Jokowi Ikut Gerebek Pungli yang 'Cuma' Puluhan Juta?

Jokowi datang ke lokasi penggerebekan bersama Kapolri Tito Karnavian.
Kenapa Jokowi Ikut Gerebek Pungli yang 'Cuma' Puluhan Juta?
Presiden Jokowi. (VIVA.co.id/Diki Hidayat)

VIVA.co.id - Tim dari Markas Besar Kepolisian RI sore tadi menggelar Operasi Tangkap tangan (OTT) yang terhadap sejumlah pejabat di Kementerian Perhubungan. Menariknya, operasi itu disaksikan langsung oleh Presiden Joko Widodo.

Usai rapat kabinet yang juga mengenai pungutan liar atau pungli, Jokowi mendapat laporan dari Kapolri Jenderal Tito Karnavian terkait hal ini. Usai rapat, Jokowi langsung menuju ke Kementerian Perhubungan yang jaraknya hanya beberapa ratus meter dari Istana.

Banyak pihak menilai, kenapa Jokowi harus turun langsung. Apalagi OTT yang dilakukan terbilang kecil, hanya Rp61 juta.

Menyikapi itu, Juru Bicara Presiden, Johan Budi Sapto Pribowo angkat bicara.

"Sebenarnya Presiden dalam konteks ini bukan melihat OTT-nya tapi berangkat dari perbaikan pelayanan publik. Presiden sering mendapat laporan dari masyarakat secara langsung mengenai masih adanya pungli dalam pengurusan izin di kementrian atau lembaga," kata Johan, saat dihubungi, Selasa 11 Oktober 2016.

Dia mengakui, usai rapat kabinet, Jokowi memang mendapatkan laporan bahwa ada OTT di kementerian yang dipimpin Budi Karya tersebut. Sehingga, Jokowi ingin melihat secara langsung ke lokasi.

"Jadi konteksnya adalah soal perbaikan pelayanan publik. Salah satu fokus yang dilakukan dalam reformasi hukum adalah menghilangkan pungli dan suap," kata Johan.

Sebelumnya diberitakan, Presiden Joko Widodo hari ini turun tangan meninjau langsung penggerebekan atas para pelaku pungutan liar di Gedung Kementerian Perhubungan di Jakarta Pusat.

Jokowi datang ke lokasi penggerebekan pelaku pungli didampingi Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Pungli itu diduga melibatkan enam orang, terkait masalah perizinan perkapalan dan perizinan pelayaran di Indonesia. Kepolisian telah menyita uang senilai puluhan juta sebagai barang bukti dari transaksi terlarang tersebut.

Jokowi mengingatkan kepada seluruh lembaga dan instansi negara di Indonesia untuk segera menghentikan pratik pungutan liar.

"Mulai sekarang setop yang namanya pungli," kata Jokowi.

 

(ren)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP