TUTUP
TUTUP
NASIONAL

Diusulkan Ada Penunjuk Berbahasa Indonesia di Masjid Nabawi

Petunjuk berbahasa Indonesia di Nabawi, hanya di sekitar raudhah.
Diusulkan Ada Penunjuk Berbahasa Indonesia di Masjid Nabawi
Imbauan masuk raudhah tidak berdesakan. (Arinto)

VIVA.co.id – Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja Madinah, mengusulkan kepada Kementerian Haji Arab Saudi, agar dibuatkan penunjuk berbahasa Indonesia di sekitar Masjid Nabawi. Petunjuk berbahasa Indonesia itu penting agar jemaah haji Indonesia lebih nyaman menjalankan ibadah arbain.

Kepala Daerah Kerja Madinah, Nasrullah Jasam mengatakan, petunjuk berbahasa Indonesia itu merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan ibadah haji tahun depan. Apalagi, selama ini, jemaah haji Indonesia merupakan yang terbanyak dibanding negara lain di dunia.

"Kami harapkan ada penunjuk arah (berbahasa Indonesia) di mana tempat salat perempuan, laki-laki, toilet, dan lainnya," kata Nasrullah saat meninjau pemulangan jemaah haji Kloter 57 Embarkasi Surabaya (SUB 57) di kawasan Sektor I, Madinah, Selasa 11 Oktober 2016.

Menurut Nasrullah, petunjuk berbahasa Indonesia itu akan dapat membantu jemaah haji dalam menjalankan ibadah, sehingga tidak kebingungan selama berada di Masjid Nabawi.

Sepanjang pantauan tim Media Center Haji, di area Masjid Nabawi memang masih minim petunjuk berbahasa Indonesia. Satu di antaranya terdapat di sekitar area raudhah.

"Saudari-saudari kaum muslimat jangan memaksakan diri dan menyakiti sesama pada saat masuk ke raudhah dengan saling mendorong dan berdesak-desakan. Tunggulah giliran, dengan izin Allah, masih banyak waktu untuk Anda dapat memasuki raudhah dan melaksanakan salat di dalamnya."

Selain terkait petunjuk berbahasa Indonesia, PPIH Daker Madinah juga mengusulkan perbaikan kualitas transportasi jemaah haji dari bandara ke hotel maupun sebaliknya. Nasrullah berharap, transportasi jemaah haji kualitasnya sama, baik untuk antarkota perhajian maupun bandara ke hotel dan sebaliknya.

Usulan perbaikan lainnya, menurut Nasrullah, adalah pengurusan bagasi jemaah haji, termasuk kursi roda, dapat tiba bersamaan di hotel. Upaya ini dilakukan agar pelaksanaan ibadah arbain para jemaah haji dapat lebih nyaman dan lancar.

Sementara itu, Ketua Kloter SUB 57 M. Badrussalam mengatakan, pelayanan terhadap jemaah haji tahun ini lebih baik. Fasilitas hotel juga sangat bagus, bahkan hanya berjarak 150 meter dari Masjid Nabawi.

"Kami acungi jempol, bahkan sampai empat jempol," ujar Badrussalam. Namun, dia mengusulkan, menu katering bisa lebih Indonesia banget, meski secara umum pelayanan sudah lebih baik.

(mus)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP