TUTUP
TUTUP
NASIONAL

Benteng Quba, Saksi Bisu Pertahanan Kota Madinah

Benteng ini dibangun pada masa Kesultanan Utsmaniyyah.
Benteng Quba, Saksi Bisu Pertahanan Kota Madinah
Benteng Quba di Madinah (VIVA.co.id/Arinto)

VIVA.co.id – Berlokasi sekitar 400 meter arah barat laut Masjid Jum'ah, Madinah. Di sebuah bukit kecil, berdiri kokoh bangunan peninggalan sejarah.

Berukuran sekitar 16 x 13 meter persegi, bangunan itu sudah tidak lagi menunjukkan wujud aslinya. Beberapa bagian telah direnovasi. Bagian dinding berwarna putih keruh kecokelatan itu sudah terpoles halus.

Sejumlah pekerja tampak merapikan bagian lantai luar bangunan. Ubin berukuran 30 x 30 sentimeter (cm) mulai terpasang rapi. Tidak hanya itu, di bagian dalam, instalasi listrik juga siap terpasang.

Di bagian langit-langit, terpasang sejumlah balok kayu penyangga. Sementara itu, kayu utama peninggalan di masanya sebagian masih dipertahankan. Pada dua sisi dinding luar yang saling berlawanan, terdapat ruang menonjol mirip pos penjagaan.

Hanya ada satu pintu masuk ke bangunan ini. Tidak cukup besar, dengan lebar sekitar dua meter. Persis di belakang pintu masuk, terdapat anak tangga menuju lantai di atasnya. 

Kondisi di dalam ruangan tidak terlalu luas. Ruangan itu mengelilingi tembok di dalam bangunan yang terdapat anak tangga. 

Ya, bangunan itu dikenal dengan Benteng Quba. Berdiri pada masa Kesultanan Utsmaniyyah. Dibangun oleh pimpinan militer saat itu, Fakhri Pasha pada masa 1915-1918 Masehi.

Benteng tiga lantai ini dibangun untuk melindungi kota dari serangan musuh. Terbuat dari batu yang dilapis dengan semacam tanah liat.

Benteng Quba di Madinah

Layaknya sebuah benteng, di tiap sisi terdapat sejumlah jendela kecil. Biasanya digunakan untuk membidik dan memantau pergerakan musuh.

Saat itu, pada akhir masa pemerintahan Utsmaniyyah, ketika terjadi Perang Dunia I, pasukan Syarif Husain yang ketika itu memberontak, meminta bantuan sekutu untuk menyerang kota Madinah pada 1916 Masehi. Namun, usaha mereka gagal dan mampu diadang pasukan di bawah komando Fakhri Pasha.

Sayangnya, benteng ini nyaris tidak menunjukkan bangunan bersejarah. Di sekitarnya mulai berdiri sejumlah bangunan yang tidak kalah tinggi, dengan ukuran dan bentuk hampir mirip.

Bila dilihat dari sisi Jalan Qiba, meski dikelilingi pagar besi, bentuk benteng mirip sebuah hunian. Tidak ada peninggalan lain yang ditemukan, hanya sebuah bangunan persegi empat itu.

Meski bernama Quba, benteng ini tidak terkait dengan Masjid Quba, maupun sejarah perjalanan Rasulullah SAW. Namun, jemaah haji Indonesia yang masih berada di Madinah, bisa menjadikannya alternatif wisata sejarah.

Tidak hanya kaya dengan sejarah masjid-masjidnya, Madinah juga menyimpan banyak saksi bisu bangunan peninggalan sejarah.   

 

(ren)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP