TUTUP
TUTUP
NASIONAL

Perawatan Jemaah Haji Sakit Dialihkan dari Mekah ke Madinah

Upaya ini seiring dengan berakhirnya masa tugas PPIH Daker Mekah.
Perawatan Jemaah Haji Sakit Dialihkan dari Mekah ke Madinah
Tim Promotif dan Preventif memasangkan gelang merah bagi jemaah risti. (Arinto/VIVA)

VIVA.co.id – Seiring telah berakhirnya masa tugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daker Mekah, jemaah haji Indonesia yang masih menjalani perawatan dialihkan ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah.

Namun, beberapa jemaah haji di antaranya juga dirujuk atau masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Arab Saudi, Mekah.

Perawatan jemaah haji sakit di Madinah, selain di KKHI, juga di Rumah Sakit Arab Saudi. Sebagian jemaah haji yang sudah sehat dan diizinkan pulang, akan diberangkatkan ke Tanah Air.  

"Untuk Tim Promotif dan Preventif masih ada empat orang di Mekah, termasuk koordinator," kata Ketua Tim Promotif dan Preventif, Kementerian Kesehatan, dr. Yan Bani Lusa, kepada tim Media Center Haji, Jumat malam 7 Oktober 2016, waktu Arab Saudi.

Menurut Yan, tugas Tim Promotif dan Preventif di Mekah adalah untuk memonitor kondisi jemaah haji yang sedang dirawat di Rumah Sakit Arab Saudi. "Jadi, lebih kepada visitasi rumah sakit," ujarnya.

Berdasarkan data Sistem Informasi Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kesehatan di Daker Madinah, hingga Jumat sore pukul 17.00 waktu Arab Saudi, jumlah jemaah yang masih menjalani perawatan di KKHI Madinah sebanyak 49 orang.

Sementara itu, jemaah haji yang dirawat di Rumah Sakit Arab Saudi sebanyak 11 orang. Jumlah ini masih bisa berubah, karena tergantung kondisi pasien.

Bila kondisi pasien membaik, menurut Yan, akan diupayakan untuk pulang lebih awal atau tanazul. Tim Promotif dan Preventif berharap, jemaah haji yang sedang sakit segera membaik, sehingga dapat dipulangkan ke Tanah Air.

Sebelumnya, Tim Promotif dan Preventif serta Tim Gerak Cepat Kementerian Kesehatan RI ini mendapat penghargaan berupa Ambassador Health Awareness in Hajj dari Kementerian Kesehatan Arab Saudi.

Tidak hanya mengobati pasien, Tim Kesehatan Haji Indonesia melakukan kegiatan promosi dan preventif serta layanan kesehatan gerak cepat.

"Penghargaan ini merupakan yang pertama kali diberikan kepada Kementerian Kesehatan dalam layanan kesehatan haji 2016," kata Kepala Bidang Kesehatan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Arab Saudi. dr. Eka Yusuf Sinka, dalam keterangannya, Rabu 5 Oktober 2016.

Pola ini, menurut Eka, terbukti sangat membantu para jemaah haji dan mampu mengurangi jumlah korban jiwa. Tim Promotif dan Preventif merupakan gerakan kesehatan di bagian hulu, Tim Gerak Cepat di tengah, sedangkan Tim Kuratif di bagian hilir.

"Melalui pola ini, pelayanan bersifat komprehensif," tutur Eka.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP