TUTUP
TUTUP
NASIONAL

Bayi Kembar Siam di Ciamis, Gina 1 Meninggal Dunia

Kondisi bayi kritis karena organnya mengalami pendempetan
Bayi Kembar Siam di Ciamis, Gina 1 Meninggal Dunia
Bayi kembar siam asal Ciamis Jawa Barat yang mendapatkan penanganan di RS Hasan Sadikin Bandung, Jumat (9/9/2016)  (VIVA.co.id/Suparman)

VIVA.co.id – Gesya Umaya Amadani, satu dari dua bayi kembar siam yang menjalani perawatan intensif  di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, Jawa Barat, meninggal akibat kondisi kritis.

Direktur Utama Rumah Sakit Hasan Sadikin, dr Ayi Djembarsari, menjelaskan bahwa selama mengalami kondisi kritis tim dokter terus berusaha menangani.

"Kondisi ini terus diperbaiki, kita usahakan supporting dan tunjangan terhadap bayi Gina 1 (Gesya) secara maksimal. Seluruh ilmu yang kita miliki diterapkan sesuai kemampuan, namun pada 06:10 WIB tadi pagi Gina 1 meninggal di ICU," ujar Ayi di RSHS Jalan Pasteur, Kota Bandung, Jumat, 7 Oktober 2016.

Ayi menuturkan, proses penanganan almarhum berjalan lebih cepat dari yang direncanakan.

"Sebetulnya operasi pada 3 Oktober, namun dipercepat jadi 27 September karena kondisi bayi dengan kelainan jantung itu sering mengalami serangan kebiruan," ujarnya.

Tidak hanya itu, operasi pemisahan pun dipercepat. Seperti yang diduga semula, ini telah ditetapkan sebagai kondisi kritis untuk bayi. Gina 1 mendapat gangguan organ, otak, jantung, paru, ginjal dan sistem peredaran darah.

Ayi mengatakan, kondisi perkembangan Gesya sejak awal perawatan hingga pelaksanaan operasi selalu disampaikan kepada orang tua.

Sebelumnya, ada 13 dokter ahli yang menangani proses operasi bayi kembar siam di RSHS Bandung. Bayi perempuan yang lahir pada 27 Juli 2016 itu mengalami pendempetan organ dalam yang disebut conjoined twin ompholapagus.

"Lahir di Ciamis melalui operasi. Tujuh jam kemudian, dikirim ke RSHS karena mengalami kembar siam. Ada bagian yang menempel di bagian dada dan perut menempel, termasuk organ bagian dalam liver dan hatinya," ujar Direktur Medik dan Keperawatan RS Hasan Sadikin Bandung dr Nucky Nursjamsi Hidajat, Jumat, 9 September 2016.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP